Ratusan Warga Masih Bermukim di Kolong Tol Wiyoto-Wiyono

Sunnaholomi Halakrispen 27 April 2018 06:30 WIB
penggusuran luar batang
Ratusan Warga Masih Bermukim di Kolong Tol Wiyoto-Wiyono
Pemukiman liar di kolong tol Wiyoto-Wiyono -- Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Pakpahan
Jakarta: Pemukiman liar rupanya masih memenuhi kolong Tol Woyoto-Wiyono di Jakara Utara. Setidaknya 300 warga bermukim di lokasi tersebut mulai dari Muara Karang hingga Universitas Bunda Mulia (UBM).

Budi, 39, mengaku masih betah tinggal di kolong meski sempat ditertibkan Pemprov DKI Jakarta. "Ya ada dua tahun lebih kalau dihitung-hitung (tinggal di kolong Tol Wiyoto-Wiyono) pindah dari Jawa bawa anak-anak. Enak sih di sini aman," ujar Budi kepada Medcom.id, Kamis, 26 April 2018.

Budi mengaku tidak pernah digusur secara paksa sehingga memutuskan untuk tetap tinggal di kolong Tol Woyoto-Wiyono. Ia sudah dua tahun bermukim di sana semenjak mengadu nasib sebagai pemulung di Ibu Kota.


Bangunan yang ditempati Budi dan keluarganya terbuat dari triplek. Rumah-rumah itu berjejer dengan rumah pemulung lainnya. Bangunan tersebut diakuinya gratis alias tak dipungut biaya.

"Siapa yang nggak mau sih tinggal gratis? Di Jakarta kan apa aja mahal. Ngontrak rumah paling murah Rp500 ribu, itu juga susah nyarinya," ucap Budi.


Pemukiman liar di kolong tol Wiyoto-Wiyono -- Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Pakpahan

Selain rumah triplek, ada pula beberapa rumah yang dibangun dengan tembok semen. Salah satunya, dimiliki oleh Asep, 43, yang telah menetap sejak empat tahun lalu.

Asep pun mengaku tidak berniat pindah dari kolong tol. Kecuali bila pemerintah menyediakan tempat gratis untuk ditinggali seperti rumah susun (rusun).

Sebaliknya, jika ditertibkan dengan dipulangkan ke kampung halaman, ia tidak bersedia meninggalkan kolong tol.

"Nggak mau lah kalau digusur-gusur. Tapi kalau kayak yang dulu orang sana (warga yang tinggal di kolong tol lalu dipindahkan) dikasih rusun ya saya siap," tutur Asep.

 



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id