medcom.id, Jakarta: Wacana penggusuran kawasan Kalijodo rupanya membawa dampak bagi masyarakat di wilayah tersebut. Selain mulai resah akan ditempatkan di mana, warga uring-uringan lantaran pendapat mereka menukik.
Kawasan perjudian dan pelacuran ini dinilai membawa `berkah` buat warga sekitar. Warga setempat mengaku bisa meraup untung dari keberadaan penjudi dan pelacur. Warga bahkan mengaku cukup terbantu dengan tempat hiburan di Kalijodo.
Sarif, 56, salah satunya. Sarif mengatakan, warga pencari hiburan mulai tersendat datang ke Kalijodo. Tamu yang biasa datang ke Jalan Kepanduan II, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara itu, mulai menepi ke tempat lain.
"Tamu yang dari luar, mau cari hiburan, mau makan-makan tidak ada. Omzet jelas berkurang," kata Sarif kepada Metrotvnews.com, Senin (15/2/2016).
Sarif tidak menutup mata dengan keberadaan pelacur. Dia bilang, warga terbiasa melihat pelacur di muka umum, tapi tak lantas membikin mereka alergi dengan tempat yang kerap disebut lokalisasi ini.
Kalijodo (MI.Galih Pradipta)
Sebaliknya, Sarif bertutur, tempat pelacuran ini cukup menguntungkan bagi warga. Apalagi, keberadaan bar dan pelacur membantu mengurangi jumlah pengangguran di Jakarta.
"Misalnya untuk tukang ojek, pedagang, maupun orang-orang yang kerja di kafe. Itu kan jadi peluang kerja," tutur Sarif.
Rencana penggusuran Kalijodo mengemuka pekan lalu. Pemicunya, insiden tabrakan mobil Toyota Fortuner dengan pengendara motor, yang membuat penunggang motor tewas. Hasil penyelidikan, Riki, sang sopir Fortuner, mengantuk lantaran habis menenggak minuman beralkohol di Kalijodo. Insiden itu terjadi tepat perayaan Imlek 2567.
Insiden tabrakan melebar. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun berang dan langsung tancap target penggusuran Kalijodo. Rencana Basuki mendapat perlawanan warga. Warga bahkan bakal menurunkan preman buat mengadang penggusuran. Apa dikata, lelaki yang akrab disapa Ahok itu lebih punya kuasa.
Ahok langsung berkoordinasi dengan jajarannya. Tak lupa dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya buat menertibkan kawasan hiburan yang sudah melegenda sejak 1950-an.
medcom.id, Jakarta: Wacana penggusuran kawasan Kalijodo rupanya membawa dampak bagi masyarakat di wilayah tersebut. Selain mulai resah akan ditempatkan di mana, warga uring-uringan lantaran pendapat mereka menukik.
Kawasan perjudian dan pelacuran ini dinilai membawa `berkah` buat warga sekitar. Warga setempat mengaku bisa meraup untung dari keberadaan penjudi dan pelacur. Warga bahkan mengaku cukup terbantu dengan tempat hiburan di Kalijodo.
Sarif, 56, salah satunya. Sarif mengatakan, warga pencari hiburan mulai tersendat datang ke Kalijodo. Tamu yang biasa datang ke Jalan Kepanduan II, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara itu, mulai menepi ke tempat lain.
"Tamu yang dari luar, mau cari hiburan, mau makan-makan tidak ada. Omzet jelas berkurang," kata Sarif kepada
Metrotvnews.com, Senin (15/2/2016).
Sarif tidak menutup mata dengan keberadaan pelacur. Dia bilang, warga terbiasa melihat pelacur di muka umum, tapi tak lantas membikin mereka alergi dengan tempat yang kerap disebut lokalisasi ini.
Kalijodo (MI.Galih Pradipta)
Sebaliknya, Sarif bertutur, tempat pelacuran ini cukup menguntungkan bagi warga. Apalagi, keberadaan bar dan pelacur membantu mengurangi jumlah pengangguran di Jakarta.
"Misalnya untuk tukang ojek, pedagang, maupun orang-orang yang kerja di kafe. Itu kan jadi peluang kerja," tutur Sarif.
Rencana penggusuran Kalijodo mengemuka pekan lalu. Pemicunya, insiden tabrakan mobil Toyota Fortuner dengan pengendara motor, yang membuat penunggang motor tewas. Hasil penyelidikan, Riki, sang sopir Fortuner, mengantuk lantaran habis menenggak minuman beralkohol di Kalijodo. Insiden itu terjadi tepat perayaan Imlek 2567.
Insiden tabrakan melebar. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun berang dan langsung tancap target penggusuran Kalijodo. Rencana Basuki mendapat perlawanan warga. Warga bahkan bakal menurunkan preman buat mengadang penggusuran. Apa dikata, lelaki yang akrab disapa Ahok itu lebih punya kuasa.
Ahok langsung berkoordinasi dengan jajarannya. Tak lupa dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya buat menertibkan kawasan hiburan yang sudah melegenda sejak 1950-an.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TII)