Pengamat politik Ujang Komarudin. Foto: Medcom.id/Cindy
Pengamat politik Ujang Komarudin. Foto: Medcom.id/Cindy

Pemilihan Wagub DKI Dikhawatirkan Tak Transparan

Nasional cawagub dki Pengganti Sandiaga Uno
Theofilus Ifan Sucipto • 03 April 2020 23:29
Jakarta: DPRD DKI dikhawatirkan tak transparan dalam menjalankan proses pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta. Apalagi, pemilihan wagub DKI dilakukan tertutup untuk umum, termasuk awak media.
 
“Sangat disayangkan pemilihan itu tertutup. Tapi pelibatan publik termasuk pelibatan media penting untuk menjaga proses transparansi berjalan dengan baik,” kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, kepada Medcom.id, Jumat, 3 April 2020.
 
Menurut Ujang, proses pemilihan wagub seharusnya dilakukan terbuka. Masyarakat berhak proses yang terjadi selama pemilihan wagub berlangsung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau prosesnya transparan, masyarakat juga adem dan tidak ada kecurigaan. Hasilnya juga bisa dipertanggungjawabkan,” ujar dia.
 
Ujang juga khawatir ada proses terselubung jika pemilihan berlangsung tertutup. Dia menilai faktor virus korona seharusnya tidak menghalangi transparansi pemilihan wagub DKI.
 
“Yang penting protokol korona dijalankan dengan baik. Tapi pelibatan publik juga penting,” tutur dia.
 
Baca: Skema Pemaparan Visi Misi Cawagub DKI
 
Ujang menegaskan transparansi dalam proses pemilihan wagub DKI merupakan jantung demokrasi. DPRD DKI seharusnya membuka seluas-luasnya partisipasi publik dalam proses pemilihan wagub.
 
“Kalau sepakat demorkasi, ada nilai transparansi dan akuntabilitas, pemilihan itu kenapa takut terbuka dan dipaksakan tertutup?” kata dia.
 
Rapat paripurna pemilihan wagub DKI Jakarta bakal berlangsung pada Senin, 6 Maret 2020. Proses pemilihannya bakal tertutup dari masyarakat, bahkan wartawan.
 
“Tidak ada (pelibatan jurnalis). Kan dari awal tidak bisa liputan. Sifatnya sama kayak sekarang (pemaparan visi misi cawagub) ini kita tertutup, steril,” kata Ketua Panitia Pemilihan Wagub Farazandi Fidinansyah di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat, 3 April 2020.
 
Farazandi berdalih keputusan itu sesuai dengan prosedur tetap (protap) pemilihan wagub DKI. Protap itu telah dibahas dengan pimpinan DPRD, termasuk Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif