medcom.id, Bekasi: Hari ini 72 siswa SMAN 10 Bekasi yang telantar diliburkan. Mereka sengaja dirumahkan untuk persiapan sosialiasi pembukaan SMA Terbuka yang akan dilakukan pada Sabtu 12 Agustus 2017.
"Besok diharapkan orang tua siswa bisa hadir pada sosialisasi SMA terbuka," kata Wakil Kepala Kesiswaan Eko Ariyanto saat ditemui Metrotvnews.com di SMAN 10, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis 10 Agustus 2017.
Dia mengatakan sejauh ini pihak sekolah telah menerima 57 berkas siswa yang berisi surat pernyataan dari siswa ataupun pihak orang tua yang bersedia dipindahkan ke SMA Terbuka milik SMAN 10. Sementara 15 siswa lain kemungkinan memilih pindah ke sekolah swasta.
Tak hanya memberikan penjelasan tentang SMA Terbuka, lanjut Eko, dalam sosialisasi besok pihaknya juga akan meminta masukan orang tua dan tokoh warga setempat terkait pemilihan opsi SMA Terbuka. "Kita ingin terus mencari solusi dari permasalahan itu," ujar dia.
Gedung SMAN 10 Bekasi. Foto: Metrotvnews.com/Juven
Baca: SMAN 10 Bekasi Jamin Kualitas Sekolah Terbuka
Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendy mengusulkan penambahan jumlah peserta rombongan belajar (rombel) dari 36 menjadi 40 siswa. Penambahan dilakukan dengan alasan mengakomodasi siswa yang berdomisili di sekitar Kelurahan Pejuang.
Usulan Rahmat ditolak Pemprov Jabar. Akibatnya, siswa yang masuk melalui jalur zonasi susulan itu tak bisa mengikuti proses belajar mengajar seperti siswa SMAN 10 lainnya.
Untuk menyudahi polemik ini, Pemprov Jabar pun akhirnya memberikan dua opsi. Pertama, para siswa dipersilakan pindah ke sekolah swasta dan kedua pembukaan SMA Terbuka yang menginduk ke SMAN 10 Bekasi.
medcom.id, Bekasi: Hari ini 72 siswa SMAN 10 Bekasi yang telantar diliburkan. Mereka sengaja dirumahkan untuk persiapan sosialiasi pembukaan SMA Terbuka yang akan dilakukan pada Sabtu 12 Agustus 2017.
"Besok diharapkan orang tua siswa bisa hadir pada sosialisasi SMA terbuka," kata Wakil Kepala Kesiswaan Eko Ariyanto saat ditemui
Metrotvnews.com di SMAN 10, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis 10 Agustus 2017.
Dia mengatakan sejauh ini pihak sekolah telah menerima 57 berkas siswa yang berisi surat pernyataan dari siswa ataupun pihak orang tua yang bersedia dipindahkan ke SMA Terbuka milik SMAN 10. Sementara 15 siswa lain kemungkinan memilih pindah ke sekolah swasta.
Tak hanya memberikan penjelasan tentang SMA Terbuka, lanjut Eko, dalam sosialisasi besok pihaknya juga akan meminta masukan orang tua dan tokoh warga setempat terkait pemilihan opsi SMA Terbuka. "Kita ingin terus mencari solusi dari permasalahan itu," ujar dia.
Gedung SMAN 10 Bekasi. Foto: Metrotvnews.com/Juven
Baca: SMAN 10 Bekasi Jamin Kualitas Sekolah Terbuka
Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendy mengusulkan penambahan jumlah peserta rombongan belajar (rombel) dari 36 menjadi 40 siswa. Penambahan dilakukan dengan alasan mengakomodasi siswa yang berdomisili di sekitar Kelurahan Pejuang.
Usulan Rahmat ditolak Pemprov Jabar. Akibatnya, siswa yang masuk melalui jalur zonasi susulan itu tak bisa mengikuti proses belajar mengajar seperti siswa SMAN 10 lainnya.
Untuk menyudahi polemik ini, Pemprov Jabar pun akhirnya memberikan dua opsi. Pertama, para siswa dipersilakan pindah ke sekolah swasta dan kedua pembukaan SMA Terbuka yang menginduk ke SMAN 10 Bekasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)