Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pemilik Metromini Tertipu Miliaran Rupiah Usai Dijanjikan Gabung TransJakarta

Antara • 02 September 2022 20:42
Jakarta: Sejumlah pemilik bus Metromini menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan  dengan modus dijanjikan bergabung dengan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Total kerugian hingga Rp1 miliar.
 
Komisaris PT Metromini Herlambang Wicaksono mengatakan para pemilik mengaku dimintai uang Rp300 juta agar bus Metromini yang kini sudah dilarang beroperasi di Jakarta dapat mengaspal. Kemudian, menjadi bagian dari armada PT TransJakarta.
 
"Perjanjiannya ada salah satu anggota dijanjikan kontrak per kilometer. Sedangkan kontrak dari PT TransJakarta belum ada untuk PT Metromini," kata Herlambang Wicaksono di Jakarta, Jumat, 2 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Herlambang mengatakan penipuan tersebut diduga dilakukan seorang pengurus PT Metromini yang kini berstatus sebagai terlapor di Polres Metro Jakarta Timur. Dia mengatakan pemilik bus tersebut mau menyerahkan uang karena tertipu surat kontrak kerja sama palsu antara PT Metromini dengan PT TransJakarta.
 
Surat kontak palsu itu dibuat pada 2019 dan terdapat tandatangan satu Direktur PT TransJakarta. Padahal, PT TransJakarta menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat kontrak tersebut.
 
"Sudah ada kuasa hukum (korban) yang bersurat ke PT TransJakarta. Kami sudah memberikan surat balasan yang mana PT Metromini belum berkontrak dengan PT TransJakarta," ujar Herlambang.
 

Baca: Mulai Malam Ini, Jalan Benyamin Sueb Kemayoran Ditutup untuk Street Race


Salah satu korban bernama Ferry Irawan telah membuat laporan dugaan penipuan tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur pada 2 April 2022. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/719/IV/2022/SPKT/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya.
 
Dalam laporan itu, korban menyebut telah menyerahkan uang Rp300 juta kepada terlapor atas nama Nofrialdi sebagai uang muka pengadaan unit TransJakarta.
 
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi membenarkan perihal laporan dugaan penipuan pengadaan unit TransJakarta tersebut. "Baru selesai konfrontir hari ini. Masih dalam tahap penyelidikan," kata Ahsanul.
 
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Departemen Humas dan Kemitraan PT TransJakarta Iwan Samariansyah mengatakan hingga kini belum ada bus Metromini yang beroperasi sebagai armada PT TransJakarta. Sebab, masih ada kendala administratif.
 
"Kepengurusan Metromini ada dualisme," ujar Iwan.
 
Dia juga mengatakan PT TransJakarta tidak pernah mengeluarkan surat kontrak kerja sama dengan PT Metromini sebagai operator bus.
 
"Setahu saya belum. Soal isu uang, itu jelas pelanggaran berat kalau benar terjadi. Melanggar prinsip good corporate governance (tata kelola perusahaan yang baik)," tutur Iwan.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif