medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pemerintah Kota Jakarta Utara melayangkan Surat Pemberitahuan (SP) 1 kepada warga kawasan Kalijodo, hari ini. Tapi, warga santai menanggapi SP1 dari pemerintah.
Pantauan Metrotvnews.com, belum tampak petugas yang datang ke kawasan Kalijodo untuk mengantarkan SP1. Sementara warga masih beraktivitas seperti biasa. Mereka pun tak menghiraukan pemberitahuan itu.
Mamang, 70, salah seorang warga Kalijodo mengatakan, dia dan warga lainnya pasrah terkait rencana Pemrov DKI Jakarta menggusur kawasan tinggal mereka.
"Saya dengar hari ini SP1. Ya kami ikut saja kata pemerintah, jadi warga yang baik lah," kata Mamang kepada Metrotvnews.com, Kamis (18/2/2016).
Tak bisa dipungkiri, rencana penggusuran di kawasan perjudian itu membuat Mamang tak bisa tidur pulas. Mamang memikirkan bagaimana jika nantinya tak mendapat jatah rumah susun.
"Bikin enggak nyenyak tidur saja. Kalau kena gusur biasanya dapat rusun. Kalau enggak dapet, pusing saya," ujar Mamang.
Warga Kalijodo beraktifitas di Kamis pagi (MTVN.Wanda Indana)
Beberapa warung di sepanjang jalan inspeksi Kanal Banjir Barat (KKB) kawasan Kalijodo tampak sudah memulai ada kegiatan jual beli. Beberapa warga tampak berkumpul sambil berbincang-bincang.
"Katanya mereka (Pemrov DKI) bawa tank-tank, bawa pasukan tentara, lucu saja. Emang kita apaan, kita kan warga Indonesia juga," ujar salah seorang warga yang tak mau menyebutkan namanya.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya akan meminta bantuan TNI Polri untuk menertibkan kawasan Kalijodo. Ahok, sapaan Basuki, mengatakan wilayah itu kerap dijadikan lokasi prostitusi dan penjualan minuman keras ilegal.
Penertiban ini dilakukan menyusul rencana Pemprov DKI menjadikan Kalijodo sebagai Ruang Terbuka Hijau. Sejak 2012, Pemprov DKI pun sudah menyosialisasikan penggusuran. Terakhir, sosialisasi kembali dilakukan Minggu, 14 Februari.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pemerintah Kota Jakarta Utara melayangkan Surat Pemberitahuan (SP) 1 kepada warga kawasan Kalijodo, hari ini. Tapi, warga santai menanggapi SP1 dari pemerintah.
Pantauan
Metrotvnews.com, belum tampak petugas yang datang ke kawasan Kalijodo untuk mengantarkan SP1. Sementara warga masih beraktivitas seperti biasa. Mereka pun tak menghiraukan pemberitahuan itu.
Mamang, 70, salah seorang warga Kalijodo mengatakan, dia dan warga lainnya pasrah terkait rencana Pemrov DKI Jakarta menggusur kawasan tinggal mereka.
"Saya dengar hari ini SP1. Ya kami ikut saja kata pemerintah, jadi warga yang baik lah," kata Mamang kepada
Metrotvnews.com, Kamis (18/2/2016).
Tak bisa dipungkiri, rencana penggusuran di kawasan perjudian itu membuat Mamang tak bisa tidur pulas. Mamang memikirkan bagaimana jika nantinya tak mendapat jatah rumah susun.
"Bikin enggak nyenyak tidur saja. Kalau kena gusur biasanya dapat rusun. Kalau enggak dapet, pusing saya," ujar Mamang.
Warga Kalijodo beraktifitas di Kamis pagi (MTVN.Wanda Indana)
Beberapa warung di sepanjang jalan inspeksi Kanal Banjir Barat (KKB) kawasan Kalijodo tampak sudah memulai ada kegiatan jual beli. Beberapa warga tampak berkumpul sambil berbincang-bincang.
"Katanya mereka (Pemrov DKI) bawa tank-tank, bawa pasukan tentara, lucu saja. Emang kita apaan, kita kan warga Indonesia juga," ujar salah seorang warga yang tak mau menyebutkan namanya.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya akan meminta bantuan TNI Polri untuk menertibkan kawasan Kalijodo. Ahok, sapaan Basuki, mengatakan wilayah itu kerap dijadikan lokasi prostitusi dan penjualan minuman keras ilegal.
Penertiban ini dilakukan menyusul rencana Pemprov DKI menjadikan Kalijodo sebagai Ruang Terbuka Hijau. Sejak 2012, Pemprov DKI pun sudah menyosialisasikan penggusuran. Terakhir, sosialisasi kembali dilakukan Minggu, 14 Februari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TII)