Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. Medcom.id/Christian
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. Medcom.id/Christian

Cara Mengurus SIKM Bagi Pelaku Perjalanan yang Dikecualikan

Nasional kucing Mudik Lebaran DKI Jakarta Virus Korona Idulfitri 2021
Kautsar Widya Prabowo • 04 Mei 2021 14:35
Jakarta: Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mejelaskan tata cara mengurus surat izin keluar masuk (SIKM) bagi pelaku perjalanan yang dikecualikan. Masyarakat terlebih dulu harus mengisi data diri melalui aplikasi Jakevo.
 
"Kemudian langsung menuju kelurahan yang ditinggali, di sana sudah ada syarat, melampirkan KTP, dan surat keterangan sesuai kebutuhan yang bersangkutan," ujar Syafrin di Balai Kota, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021.
 
Syafrin menjelaskan masyarakat yang hendak keluar kota dengan tujuan kedukaan, diharuskan melampirkan surat kematian dari keluarga yang hendak dituju. Ia mengingatkan surat kematian yang dikeluarkan daerah domisil tidak akan disetujui penerbitan SIKMnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagi yang jenguk orang sakit, lampirkan surat keterangan sakit dari rumah sakit/dokter setempat," tutur dia.
 
Hal serupa juga diterapkan bagi masyarakat yang ingin mendampingi ibu hamil. Pemohon mesti melampirkan surat resmi dari dokter atau rumah sakit yang menunjukkan yang bersangkutan akan melahirkan di kampung.
 
"Otomatis disetujui, diverivfikasi, dari verifikasi Pak Lurah akan setujui, nanti tanda tangan secara digital," jelas dia.
 
Ia menyebut apabila seluruh persyaratan terpenuhi, proses penerbitan SIKM tidak membutuhkan waktu lama. Paling lama dua hari.
 
"Tim pelayan terpadu satu pintu (PTSP) kelurahan standby 1×24 jam," tutur dia.
 
(Baca: Lonjakan Penumpang KA Jarak Jauh Diprediksi Hingga Besok)
 
Persyaratan mengurus SIKM berpedoman pada Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Lebaran. Aturan itu mengatur ketentuan perjalanan selama pelarangan mudik, 6-17 Mei 2021.
 
Masyarakat boleh melakukan perjalanan bila ada keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik, yaitu bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, dan kunjungan duka anggota keluarga meninggal. Kemudian ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.
 
Sementara itu, pelaku perjalanan wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulis atau Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM). SIKM wajib dimiliki oleh pelaku perjalanan pegawai instansi pemerintahan atau aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN/BUMD prajurit TNI, dan anggota Polri.
 
"Melampirkan print out surat izin tertulis dari pejabat setingkat Eselon II yang dilengkapi tanda tangan basah atau tanda tangan elektronik pejabat serta identitas diri calon pelaku perjalanan," demikian bunyi aturan itu.
 
Kewajiban penyertaan SIKM juga berlaku untuk pegawai swasta, pekerja sektor informal, dan masyarakat umum nonpekerja. Pegawai mesti menyertakan surat yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan, serta pekerja informal masyarakat harus mendapat tanda tangan dari kepala desa atau lurah setempat.
 
SIKM memiliki tiga ketentuan. Pertama berlaku secara individual, berlaku untuk satu kali perjalanan pergi-pulang lintas kota/kabupaten/provinsi/negara, dan bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dewasa yang berusia 17 tahun ke atas.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif