Ilustrasi bawang putih - ANT/Arista Romadhoni
Ilustrasi bawang putih - ANT/Arista Romadhoni

DKI Butuh 300 Ton Bawang Putih Tiap Minggu

Nasional kebutuhan pokok Impor Bawang Putih
Kautsar Widya Prabowo • 07 Mei 2019 10:48
Jakarta: Direktur Utama (Dirut) PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengungkapkan kebutuhan bawang putih di DKI tiap minggunya mencapai 300 ton. Angka ini dihitung berdasarkan rata-rata kebutuhan dalam satu minggu.
 
"Rata-rata seminggu kita perlu 10 sampai 11 kontainer untuk back-up Jakarta," ujar Arief di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 7 Mei 2019.
 
Saat ini, kata dia, baru ada dua kontainer dari China yang membawa 58 ton bawang putih. Masing-masing kontainer membawa 29 ton.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk memenuhi ketersedian tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah melakukan koordinasi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ini supaya Amran memberikan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) kepada food station.
 
"Kita punya kewajiban tanam 5 persen dari RIPH sudah kita submit," beber dia.
 
Arief menyebut Food Station Tjipinang selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bertanggung jawab atas ketersedian pangan di ibu kota harus memiliki persediaan yang memadai, termasuk bawang putih. Ini untuk menekan lonjakan harga.
 
"Apa yang kita lakukan di semua bahan pokok kita jalankan, kecuali satu produk yaitu bawang putih," tuturnya.
 
(Baca juga:KPPU: Tak Perlu Ada RIPH Bawang Putih)
 
Hingga kini, pihaknya masih menunggu respons Kementan untuk memberikan RIPH. "Selanjutnya untuk mengajukan persetujuan impor ke Kementerian Perdagangan," imbuh dia.
 
Arief menuturkan produk lokal bawang putih telah dipersiapkan untuk kebutuhan bibit dalam swasembada pada 2021. Sebabnya untuk konsumsi saat ini masih memerlukan impor dari China.
 
"Jadi prosesnya setelah kita menanam sekitar 110-120 hari, kemudian dibuat bibit dan dikeringkan selama 4 bulan. Nah memang itu program untuk tanam," tuturnya.
 
Dia menepis minimnya ketersediaan bawang putih akibat sejumlah importir nakal di-blacklist karena memainkan harga. Ia memastikan ketersediaan bawang putih di Jakarta akan terpenuhi, lantaran Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perekonomian Darmin Nasution telah memiliki perhitungan.
 
"Memang sudah dikalkulasi sehingga menerbitkan RIPH dan persetujuan impor sesuai kebutuhan, jadi tidak berlebih," pungkas dia.
 
Saat ini, Pemprov DKI mengalami defisit bawang putih sebanyak 2.930 ton. Kebutuhkan bawang putih jelang Ramadan sekitar 2.970 ton.
 
Jumlah itu meningkat sekitar 10 persen dari kebutuhan normal yang mencapai 2.700 ton. Hingga saat ini stok bawah putih baru 40 ton.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif