Sandiaga Minta Ojek Online tak Demo pada Pembukaan Asian Games

Muhammad Al Hasan 18 Juli 2018 02:54 WIB
pemprov dkiojek online
Sandiaga Minta Ojek Online tak Demo pada Pembukaan Asian Games
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Nur Azizah
Jakarta: Ribuan pengendara ojek online di bawah bendera Garda (Gabungan Aksi  Roda Dua) Indonesia kembali mengancam akan berdemonstrasi. Mereka berencana kembali menyuarakan tuntutannya terkait tarif kepada pihak penyedia aplikasi.

Menyita perhatian banyak pihak, kali ini mereka berencana berdemo bertepatan dengan pembukaan Asian Games. Mendengar rencana aksi itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengimbau mereka untuk menunda aksinya. 

"Asian Games kan kita harus jaga marwah. Kalau nanti ada tuntutan dan segala macam, setelah Asian Games lah kita duduk bersama-sama," kata Sandi saat ditemui di Gedung Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Selasa, 17 Juli 2018.


Ia malah menyarankan momen Asian Games dijadikan momen spesial. Para pengendara ojek online diminta memanfaatkan momentum tersebut dengan bijak

"Kita gunakan kesempatan yang sangat-sangat spesial ini untuk memperlihatkan yang terbaik dari Indonesia. Jadi ojek online yang rapi, yang membanggakan bagi kita," ujar dia.

Garda melakukan aksi pertamanya pada 26 November 2017. Sekitar 5.000 orang turun kejalan dan berunjuk rasa di depan Istana Negara. Aksi kedua dilakukan pada 27 Maret 2018 dengan 15 ribu pengendara ojek online kembali berdemo di depan Istana Negara. Beberapa perwakilan diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Terakhir 23 April 2018, sekiar 35 ribu pengemudi ojek online berdemo di depan Gedung DPR RI. Dalam aksi itu perwakilan mereka dipersilakan mengikuti rapat dengar pendapat terkait tuntutan mereka.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id