Ilustrasi-- Petugas Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat mengganti tanaman yang rusak di sekitar instalasi bambu Getah Getih, Jakarta. (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)
Ilustrasi-- Petugas Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat mengganti tanaman yang rusak di sekitar instalasi bambu Getah Getih, Jakarta. (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)

Hanura: Getah Getih Sia-sia

Nur Azizah • 19 Juli 2019 13:08
Jakarta: Sekretaris Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta Veri Yonnevil menilai pengadaan instalasi Getah Getih sia-sia. Pengadaan karya seni seharusnya dipikirkan matang-matang. 
 
"Dari awal juga sia-sia," kata Veri saat dihubungi, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019.
 
Pada dasarnya, Veri mengapresiasi instalasi karya seniman Bandung itu. Namun, ia menyayangkan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tak berpikir panjang.

"Seharusnya patung itu tidak dibuat dari bambu karena bambu itu kan ada usia," tutur dia.
 
Instalasi, kata dia, mestinya dibuat dari besi. Terlebih, karya seni itu dipajang di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
 
"Karena bagaimanapun Thamrin itu cerminnya Kota Jakarta. Sekarang hanya beberapa bulan saja sudah kita bongkar," ujar dia.
 
(Baca juga: Karya Bambu `Anies` Sudah Diperkirakan Tak Berumur Panjang)
 
Hal yang sama disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono. Ia menyebut Anies tak bijak menggunakan anggaran. 
 
"(Pemasangan Getah Getih) mubazir. Harus hati-hati (menggunakan anggaran) kan duit rakyat tidak sedikit," kata Gembong.
 
Ia mengatakan partainya sejak awal sudah mempertanyakan daya tahan bambu tersebut. Apalagi, pemasangan bambu membutuhkan dana tak sedikit.
 
Gembong tidak bermaksud membatasi anggaran di bidang seni. Dia meminta anggaran yang dipakai proporsional.
 
"Seniman perlu diapresiasi dan diberi ruang. Tapi pemilihan kontennya harus betul-betul baik," kata Gembong.
 
Karya seni Getah Getih terbuat dari 1.600 batang bambu dari jenis awitali dan betung. Butuh waktu sekitar satu minggu bagi seniman Joko Avianto untuk menyelesaikan karya seni demi mempercantik Ibu Kota di Asian Games 2018. Namun, dalam waktu 11 bulan, karya seni yang menghabiskan Rp550 juta itu dibongkar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>