medcom.id, Jakarta: Dinas Kebersihan DKI Jakarta hanya menggunakan alat yang ada untuk mengelola Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Dinas Kebersihan berencana meminjam alat berat tambahan dari satuan kerja lain.
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji tidak mempermasalahkan soal kuantitas alat berat. Pihaknya telah mendatangkan 22 alat berat, 17 di antaranya escavator. "Kita tidak lihat aspek kuantitas, kalau kualitas kerjanya bagus, kita bisa optimalkan yang ada," kata Isnawa, Kamis (28/7/2016), di TPST Bantargebang, Bekasi.
Isnawa mengatakan, pihaknya berencana meminjam beberapa alat berat tambahan dari Dinas Tata Air DKI dan Bina Marga. Untuk sementara, pihaknya memaksimalkan alat berat yang ada.
Isnawa mengatakan, perbandingan alat berat yang dimiliki oleh Dinas Kebersihan saat ini dengan milik PT Godang Tua Jaya, pengelola sebelumnya tidak sama. PT GTJ yang memiliki 53 alat berat juga wanprestasi.
"Buktinya sekarang begini, kita pakai 22 alat berat saja tidak terlalu kedodoran. Meski agak kurang, tapi tidak parah sekali," kata Isnawa.
Kepala UPT Bantargebang Asep Kuswanto mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan untuk membeli alat berat baru. Namun, Asep belum mau memaparkan berapa jumlah alat berat yang diusulkan. "Masih dibahas di dalam rapat," kata Asep.
Anggota DPRD Komisi D Prabowo Soenirman mengatakan, penambahan alat berat sebetulnya dibutuhkan. Apalagi, PT GTJ yang memiliki 53 alat berat saja tidak mampu mengelola TPST Bantargebang.
"Pemprov DKI harus ambil sikap dengan alat-alat yang ada sekarang ini, kayaknya masih berat," kata Prabowo di sela-sela pertemuan Dinas Kebersihan DKI dengan Komisi D DPRD DKI Jakarta di TPST Bantargebang.
Prabowo menyebut, penambahan alat berat untuk tahap awal dapat dilakukan dengan menyewa ke pihak lain. Politikus Gerindra itu juga menegaskan agar dalam APBD-P Dinas Kebersihan dapat meminta pengadaan alat berat secara maksimal.
"Mereka tadi menganggarkan cuma untuk 10 alat berat. Kenapa enggak maksimalkan saja, kalau GTJ bisa 50-an, kita bisa sampai 60-70 alat berat," kata Prabowo.
medcom.id, Jakarta: Dinas Kebersihan DKI Jakarta hanya menggunakan alat yang ada untuk mengelola Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Dinas Kebersihan berencana meminjam alat berat tambahan dari satuan kerja lain.
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji tidak mempermasalahkan soal kuantitas alat berat. Pihaknya telah mendatangkan 22 alat berat, 17 di antaranya escavator. "Kita tidak lihat aspek kuantitas, kalau kualitas kerjanya bagus, kita bisa optimalkan yang ada," kata Isnawa, Kamis (28/7/2016), di TPST Bantargebang, Bekasi.
Isnawa mengatakan, pihaknya berencana meminjam beberapa alat berat tambahan dari Dinas Tata Air DKI dan Bina Marga. Untuk sementara, pihaknya memaksimalkan alat berat yang ada.
Isnawa mengatakan, perbandingan alat berat yang dimiliki oleh Dinas Kebersihan saat ini dengan milik PT Godang Tua Jaya, pengelola sebelumnya tidak sama. PT GTJ yang memiliki 53 alat berat juga wanprestasi.
"Buktinya sekarang begini, kita pakai 22 alat berat saja tidak terlalu kedodoran. Meski agak kurang, tapi tidak parah sekali," kata Isnawa.
Kepala UPT Bantargebang Asep Kuswanto mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan untuk membeli alat berat baru. Namun, Asep belum mau memaparkan berapa jumlah alat berat yang diusulkan. "Masih dibahas di dalam rapat," kata Asep.
Anggota DPRD Komisi D Prabowo Soenirman mengatakan, penambahan alat berat sebetulnya dibutuhkan. Apalagi, PT GTJ yang memiliki 53 alat berat saja tidak mampu mengelola TPST Bantargebang.
"Pemprov DKI harus ambil sikap dengan alat-alat yang ada sekarang ini, kayaknya masih berat," kata Prabowo di sela-sela pertemuan Dinas Kebersihan DKI dengan Komisi D DPRD DKI Jakarta di TPST Bantargebang.
Prabowo menyebut, penambahan alat berat untuk tahap awal dapat dilakukan dengan menyewa ke pihak lain. Politikus Gerindra itu juga menegaskan agar dalam APBD-P Dinas Kebersihan dapat meminta pengadaan alat berat secara maksimal.
"Mereka tadi menganggarkan cuma untuk 10 alat berat. Kenapa enggak maksimalkan saja, kalau GTJ bisa 50-an, kita bisa sampai 60-70 alat berat," kata Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)