Sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Sementara Sunter. (Foto:Antara/Yudhi Mahatma)
Sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Sementara Sunter. (Foto:Antara/Yudhi Mahatma)

Tiap Bulan Bayar Iuran, tapi Sampah Tetap Berserakan

Achmad Zulfikar Fazli • 05 November 2015 16:28
medcom.id, Jakarta: Warga Pademangan Selatan, Kalibata, Jakarta Selatan, ditarik uang iuran sampah tiap bulan. Namun, pelayanan yang diterima warga tidak seperti yang diharapkan. Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) tak terurus dan sampah menumpuk hingga mengeluarkan aroma tak sedap.
 
"Biayanya Rp8ribu per rumah setiap bulan," kata Ijah, 55, warga Pademangan Selatan, Kamis (5/11/2015).
 
Ijah yang membuka warung nasi di depan rumah harus membayar iuran sebesar Rp16ribu setiap bulan. Sebab, Ijah mesti membayar uang sampah untuk rumah dan warung nasi miliknya.
 
"Kalau saya kan rumah di belakang dan ini punya warung nasi. Jadi beda-beda bayarnya. Rumah Rp8ribu dan ini (warung nasi) Rp8ribu," kata dia.
 
Ia tak masalahkan iuran sampah ke RT. Namun, ia ingin tempat pembuangan sampah di sekitaran tempat tinggalnya bersih. Sehingga tidak menimbulkan aroma tak sedap.
 
"Bayar untuk kebersihan tidak apa-apa. Tapi yang bersihlah. Supaya enak enggak bau. Takutnya nanti menimbulkan penyakit," ujarnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>