Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Foto: Antara/Omi Pratama
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Foto: Antara/Omi Pratama

Ahok Ditantang Tunjukkan Data soal Sumber Waras di Pengadilan

Achmad Zulfikar Fazli • 15 April 2016 11:22
Metrotnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J. Mahesa menilai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hanya menggiring opini masyarakat agar seolah-olah data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI soal RS Sumber Waras serampangan atau ngaco.
 
Desmon mengatakan, jika data yang dimiliki benar, seharusnya Ahok berani membuktikan melalui pengadilan.
 
"Kalau memang datanya benar, enggak usah banyak bicara seolah mencari dukungan. Buktikan saja langsung di pengadilan," kata Desmond saat dihubungi, Jumat (15/4/2016).

Politikus Gerindra ini pun menyayangkan sikap orang nomor satu di DKI itu. Bahkan, ia menilai sikap yang ditunjukkan Ahok soal kasus RS Sumber Waras menunjukkan sebagai tipikal orang yang tidak bisa menerima kenyataan.
 
"Kalau tanya sama Ahok, semua orang salah. Nyamuk pun dia salahin," ujar dia.
 
Ahok sebelumnya menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus pembelian lahan RS Sumber Waras selama 12 jam.
 
Sebelum menjalani pemeriksaan, Ahok menilai laporan hasil pemeriksaan audit investigasi pengadaan lahan di RS Sumber Waras yang dilakukan BPK ngaco.
 
Berdasarkan kesimpulan sementara KPK, keterangan Ahok terkait pembelian lahan seluas 3,64 hektare itu berbeda dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. BPK atas laporan keuangan DKI Jakarta pada 2014 menyatakan pembelian tanah terindikasi merugikan keuangan daerah Rp191,3 miliar. Karena harga pembelian Pemprov DKI terlalu mahal.
 
Dalam auditnya, BPK menilai pembelian itu berlebihan dan seharusnya disamakan dengan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) bangunan sekitarnya.
 
Jika mengikuti NJOP bangunan sekitar, Pemprov DKI Jakarta bisa menghemat Rp191 miliar. Sehingga evaluasi tanah tersebut seharusnya hanya sebesar Rp689 miliar. Bukan Rp880 miliar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan