medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menghentikan pembelian bus tingkat pariwisata hingga katalog elektronik (e-catalogue) rampung seluruhnya. Namun, Pemprov DKI akan tetap menerima hibah dari pihak swasta.
"Sementara kita (minta-red) sumbangan dulu dari berbagai pihak. Nanti, baru kita akan beli lagi di e-catalogue," ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (11/4/2014).
Ahok menjelaskan, saat ini sudah beberapa perusahaan swasta yang yang bersedia menghibahkan bus tingkat pariwasata. Setidaknya ada 23 unit yang sudah dijanjikan kepada Ahok. Rinciannya adalah Ti-fone 10 unit, Mayapada 10 unit, Coca-cola satu unit, Senayan City satu unit dan Pacific Place satu unit.
Selain 23 bus tingkat yang sudah ada, salah satu perusahaan toko waralaba juga bersedia menghibahkan bus, baru-baru ini. "Alfamart mau sumbang dua. Beberapa pengusaha 23, jadi ada 25 tambahan bus," ucap Ahok.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menghentikan pembelian bus tingkat pariwisata hingga katalog elektronik (e-catalogue) rampung seluruhnya. Namun, Pemprov DKI akan tetap menerima hibah dari pihak swasta.
"Sementara kita (minta-red) sumbangan dulu dari berbagai pihak. Nanti, baru kita akan beli lagi di e-catalogue," ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (11/4/2014).
Ahok menjelaskan, saat ini sudah beberapa perusahaan swasta yang yang bersedia menghibahkan bus tingkat pariwasata. Setidaknya ada 23 unit yang sudah dijanjikan kepada Ahok. Rinciannya adalah Ti-fone 10 unit, Mayapada 10 unit, Coca-cola satu unit, Senayan City satu unit dan Pacific Place satu unit.
Selain 23 bus tingkat yang sudah ada, salah satu perusahaan toko waralaba juga bersedia menghibahkan bus, baru-baru ini. "Alfamart mau sumbang dua. Beberapa pengusaha 23, jadi ada 25 tambahan bus," ucap Ahok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)