medcom.id, Depok: Aksi pencuri sepeda motor meresahkan warga Depok, Jawa Barat. Begal tak segan-segan membunuh korban jika melawan, seperti di Jalan Juanda dan Jalan Margonda, beberapa waktu lalu.
Mengapa pelaku begitu sadis? Perwira Urusan Kepala Sub Bagian Humas Polres Depok, Ipda Bagus Suwardi, mengatakan, pelaku kejahatan menjadikan perampokan sebagai pekerjaan. Pelaku kalap ketika barang yang diincar tidak diserahkan korban.
"Karena itu sudah pekerjaan mereka. Saat para calon korban ini tidak mau menyerah, dia pasti akan melakukan pembunuhan, menyakiti sampai membunuh," kata Bagus kepada Metrotvnews.com, di Mapolres Depok, Kamis (29/1/2015).
Dia menduga, jika korban tidak melawan, perampokan disertai penganiayaan takkan terjadi. Polres Depok, menurut dia, mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang dengan meningkatkan patroli. "Kami melaksanakan patroli secara intensif pada malam hari. Kami melaksanakan operasi bersama polsek setempat," terangnya.
Perampasan sepeda motor di Jalan Margonda pada Minggu 25 Januari, menewaskan Abdul Rahman, 26, warga Citayam, Depok. Dia ditusuk di depan Kampus BSI.
Pelaku memepet korban yang berkendara dari arah Lenteng Agung. Rahman sempat memukul salah seorang pelaku dengan helm, tapi pelaku lain menusuknya. Rahman roboh dengan luka tusuk di bagian pinggang. Pelaku kemudian melarikan motor Suzuki Satria milik Rahman.
Aksinya yang sama terjadi pada 1 Januari. Pelaku yang menggunakan tiga sepeda motor memepet pengendara Suzuki Satria, Bambang Syarif Hidayatullah, 23, di Jalan Juanda dekat proyek pembangunan Tol Cijago. Pelaku menghabisi nyawa Bambang dan membawa kabur sepeda motornya.
medcom.id, Depok: Aksi pencuri sepeda motor meresahkan warga Depok, Jawa Barat. Begal tak segan-segan membunuh korban jika melawan, seperti di Jalan Juanda dan Jalan Margonda, beberapa waktu lalu.
Mengapa pelaku begitu sadis? Perwira Urusan Kepala Sub Bagian Humas Polres Depok, Ipda Bagus Suwardi, mengatakan, pelaku kejahatan menjadikan perampokan sebagai pekerjaan. Pelaku kalap ketika barang yang diincar tidak diserahkan korban.
"Karena itu sudah pekerjaan mereka. Saat para calon korban ini tidak mau menyerah, dia pasti akan melakukan pembunuhan, menyakiti sampai membunuh," kata Bagus kepada
Metrotvnews.com, di Mapolres Depok, Kamis (29/1/2015).
Dia menduga, jika korban tidak melawan, perampokan disertai penganiayaan takkan terjadi. Polres Depok, menurut dia, mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang dengan meningkatkan patroli. "Kami melaksanakan patroli secara intensif pada malam hari. Kami melaksanakan operasi bersama polsek setempat," terangnya.
Perampasan sepeda motor di Jalan Margonda pada Minggu 25 Januari, menewaskan Abdul Rahman, 26, warga Citayam, Depok. Dia ditusuk di depan Kampus BSI.
Pelaku memepet korban yang berkendara dari arah Lenteng Agung.
Rahman sempat memukul salah seorang pelaku dengan helm, tapi pelaku lain menusuknya. Rahman roboh dengan luka tusuk di bagian pinggang. Pelaku kemudian melarikan motor Suzuki Satria milik Rahman.
Aksinya yang sama terjadi pada 1 Januari. Pelaku yang menggunakan tiga sepeda motor memepet pengendara Suzuki Satria, Bambang Syarif Hidayatullah, 23, di Jalan Juanda dekat proyek pembangunan Tol Cijago. Pelaku menghabisi nyawa Bambang dan membawa kabur sepeda motornya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)