Jakarta: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Katpol PP) DKI Yani Wahyu bakal merombak formasi personel Satpol PP DKI. Setidaknya, 4.950 personel Satpol PP akan bertukar lokasi tugas.
"Semua, lima wilayah termasuk kabupaten akan terkena rolling. Rata-rata mereka yang bekerja 8 hingga 10 tahun," kata Yani di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 4 Desember 2017.
Yani menjelaskan biasanya personel Satpol PP yang bertugas di satu tempat menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan warga setempat. Namun, peluang penyalahgunaan justru terbuka pada kondisi itu.
"Ada disinyalir indikasi ada kedekatan lingkungan dengan tempat tugas dia bekerja. Bisa dekat karena keakraban, bisa kedekatan (yang disinyalir disalahgunakan, salah satunya melakukan pungli)," terang Yani
Yani juga akan menggodok kembali sistem rotasi anggotanya. Dia ingin perputaran bisa dilakuman berdasarkan wilayah dan lamanya Satpol PP bertugas di suatu tempat.
"Misalnya dari barat kita putar anggota ke timur. Nanti anggota timur kita pindahin ke selatan, kita puter aja ditempat yang baru. Tidak usah lama-lama setahun dua tahun pindah," tegas dia.
Salah satu yang terindikasi adanya kongkalikong antara petugas dan warga, termasuk pedagang kaki lima yang kerap menabrak aturan ialah di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka yang bertugas terlalu lama di kawasan itu diduga kerap menerima sogokan dari pelanggar hukum. Akibatnya, pelanggaran tetap terjadi meski berkali-kali ditertibkan.
Ombudsman bahkan memiliki bukti aksi premanisme maupun pungutan liar oleh Satpol PP. Bukti berupa hasil investigas Agustus 2017. Bukti juga didapat dari hasil monitoring sepanjang November 2017.
Praktik semacam itu membuat kinerja personel Satpol PP memburuk. Rotasi, terang Yani, menjadi salah satu upaya perbaikan dan mengembalikan etos kerja petugas.
"Kan di situ dia lagi dia lagi. Ketemunya di situ di situ lagi sama dia. Jadi kita lakukan penyegaran supaya kinerjanya juga berubah," ucap Yani.
Jakarta: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Katpol PP) DKI Yani Wahyu bakal merombak formasi personel Satpol PP DKI. Setidaknya, 4.950 personel Satpol PP akan bertukar lokasi tugas.
"Semua, lima wilayah termasuk kabupaten akan terkena
rolling. Rata-rata mereka yang bekerja 8 hingga 10 tahun," kata Yani di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 4 Desember 2017.
Yani menjelaskan biasanya personel Satpol PP yang bertugas di satu tempat menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan warga setempat. Namun, peluang penyalahgunaan justru terbuka pada kondisi itu.
"Ada disinyalir indikasi ada kedekatan lingkungan dengan tempat tugas dia bekerja. Bisa dekat karena keakraban, bisa kedekatan (yang disinyalir disalahgunakan, salah satunya melakukan pungli)," terang Yani
Yani juga akan menggodok kembali sistem rotasi anggotanya. Dia ingin perputaran bisa dilakuman berdasarkan wilayah dan lamanya Satpol PP bertugas di suatu tempat.
"Misalnya dari barat kita putar anggota ke timur. Nanti anggota timur kita pindahin ke selatan, kita puter aja ditempat yang baru. Tidak usah lama-lama setahun dua tahun pindah," tegas dia.
Salah satu yang terindikasi adanya kongkalikong antara petugas dan warga, termasuk pedagang kaki lima yang kerap menabrak aturan ialah di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka yang bertugas terlalu lama di kawasan itu diduga kerap menerima sogokan dari pelanggar hukum. Akibatnya, pelanggaran tetap terjadi meski berkali-kali ditertibkan.
Ombudsman bahkan memiliki bukti aksi premanisme maupun pungutan liar oleh Satpol PP. Bukti berupa hasil investigas Agustus 2017. Bukti juga didapat dari hasil monitoring sepanjang November 2017.
Praktik semacam itu membuat kinerja personel Satpol PP memburuk. Rotasi, terang Yani, menjadi salah satu upaya perbaikan dan mengembalikan etos kerja petugas.
"Kan di situ dia lagi dia lagi. Ketemunya di situ di situ lagi sama dia. Jadi kita lakukan penyegaran supaya kinerjanya juga berubah," ucap Yani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CIT)