NEWSTICKER
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menemui buruh yang berdemo di depan Balai Kota. Foto: MTVN/Nur Azizah.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menemui buruh yang berdemo di depan Balai Kota. Foto: MTVN/Nur Azizah.

Sandi Temui Buruh yang Demo di Balai Kota

Nasional demo buruh buruh upah anies-sandi
Nur Azizah • 31 Oktober 2017 16:40
medcom.id, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menemui massa buruh di depan Balai Kota, Jakarta Pusat. Mereka berdemo untuk menuntut Pemprov DKI Jakarta menaikkan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta dari Rp3.603.000 menjadi Rp3.903.700.
 
Sandi turun setelah mereka menggelar aksi selama empat jam. Kedatangannya di tengah-tengah kerumunan massa disambut antusias.
 
Politikus Partai Gerindra itu langsung menaiki mobil komando. Di hadapan massa, ia menyampaikan bila Pemprov DKI Jakarta belum menemukan angka akhir UMP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mudah-mudahan diskusi yang dilakukan Pak Anies (Gubernur Anies Baswedan) dengan para pemangku kepentingan serta pemimpin lainnya bisa diterima semua pihak," kata Sandi kepada para buruh di Balai Kota Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2017.
 
Sandi berjanji akan mempertimbangkan aspirasi para buruh dalam menentukan UMP. Ia berharap keputusan yang dihasilkan bisa memuaskan seluruh pihak.
 
"Kita berjuang bersama-sama agar kita tetap amanah dan istiqomah. Kita hadirkan kebersamaan. Masukan ini akan kami pertimbangkan," pungkasnya.
 
Sementara itu, Koordinator Koalisi Buruh Jakarta Tarmidzi mengatakan, hasil sidang Dewan Pengupahan dan Pemprov DKI menyatakan kisaran UMP DKI sebesar Rp 3.903.700. Angka tersebut muncul berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL).
 
"Sudah memunculkan angka kisaran UMP DKI 2018 Rp3.903.700. Artinya, KHL itu tidak mungkin di bawah UMP," kata Tarmidzi.
 
Ia menyampaikan, berdasarkan Pasal 88 ayat 4 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, penetapan UMP harus berdasarkan survei pasar dan pertumbuhan ekonomi. Ia berharap penetapan KHL di atas upah.
 
Baca: Buruh DKI Minta UMP Rp4,1 Juta
 
"Tahun ini, survei pertama agak rendah tapi setelah survei di lima lokasi di Jakarta memunculkan kisaran KHL Rp3.603.000. Berarti UMP DKI 2018 sekitar Rp3,9 juta sekian," tutur dia.
 
Ia berharap, Pemprov DKI Jakarta mendengarkan permintaan buruh. Pasalnya, Anies dan Sandi sudah terlanjur melakukan kontrak politik dengan para buruh.
 
"Kontrak politik hanya bisa direalisasikan di dalam politik lagi. Dan beliau janji penetapan upah tidak menggunakan PP 78 tahun 2015 (PP Pengupahan)," pungkas Tarmidzi.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif