medcom.id, Jakarta: Selain untuk berolahraga, area car free day (CFD) juga dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk mengais rezeki. Selain berdagang, ada juga jasa hiburan.
Dedi, 57, rela mengenakan pakaian mirip pocong guna meraup rupiah. Masyarakat yang melintas banyak yang tertarik berfoto dengan si 'pocong'. Usai berfoto, masyarakat memberikan uang sukarela ke dalam sebuah wadah yang sudah disediakan.
Dedi berada di balik kostum pocong yang sudah bergentayangan sejak pagi hari. Pria asal Bogor ini mengaku pendapatan dari hasil memocong tidak menentu. "Kadang dapat Rp100 ribu. Cukuplah buat kasih makan keluarga," kata Udin kepada Metrotvnews.com di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (22/1/2017).
Dedi harus berangkat pagi buta untuk sampai di area CFD. Dedi mangkal di area CFD sejak sebulan lalu. Sebelumnya dia beraksi di Kota Tua, Jakarta Utara.
Dedi mengenakan pakaian mirip pocong di arena CFD--Metrotvnews.com/Wanda Indana
Dedi sudah tak bisa bekerja keras untuk mendapatkan banyak rupiah karena faktor usia. Karena itu, dia rela mengenakan pakaian mirip pocong. "Daripada mengemis mending saya kayak gini. Yang penting halal," ujarnya.
Salain Dedi, beberapa orang juga menjelma menjadi bermacam-macam hantu. Seperti yang dilakukam Dewi yang memilih mengenakan pakaian mirip kuntilanak. Bermodal kain putih dan make up hantu, Dewi bisa mengumpulkan lembaran rupiah.
Dewi memakai pakaian mirip kuntilanak--Metrotvnews.com/Wanda Indana
Menjadi hantu memang tak selalu mudah. Kadang, ada masyarakat yang meledek bahkan memaki karena kaget. Dewi sudah biasa diledek. "Ya gue ledek balik," kata Dewi terkekeh.
Kadang Dewi juga sering iseng. Dia diam-diam suka memegang tangan masyarakat yang lewat. Masyarakat kaget dibuatnya. "Enggak apa-apa, iseng saja," katanya.
Pantauan Metrotvnews.com, selain pocong dan kuntilanak, ada pula hantu berkepala butung. Ramai masyarakat tampak seru berfoto dengan para hantu di kawasan CFD. Ada pula sebagian masyarakat, terutama anak-anak dan remaja yang takut berfoto dengan para hantu.
medcom.id, Jakarta: Selain untuk berolahraga, area car free day (CFD) juga dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk mengais rezeki. Selain berdagang, ada juga jasa hiburan.
Dedi, 57, rela mengenakan pakaian mirip pocong guna meraup rupiah. Masyarakat yang melintas banyak yang tertarik berfoto dengan si 'pocong'. Usai berfoto, masyarakat memberikan uang sukarela ke dalam sebuah wadah yang sudah disediakan.
Dedi berada di balik kostum pocong yang sudah bergentayangan sejak pagi hari. Pria asal Bogor ini mengaku pendapatan dari hasil
memocong tidak menentu. "Kadang dapat Rp100 ribu. Cukuplah buat kasih makan keluarga," kata Udin kepada
Metrotvnews.com di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (22/1/2017).
Dedi harus berangkat pagi buta untuk sampai di area CFD. Dedi mangkal di area CFD sejak sebulan lalu. Sebelumnya dia beraksi di Kota Tua, Jakarta Utara.
Dedi mengenakan pakaian mirip pocong di arena CFD--Metrotvnews.com/Wanda Indana
Dedi sudah tak bisa bekerja keras untuk mendapatkan banyak rupiah karena faktor usia. Karena itu, dia rela mengenakan pakaian mirip pocong. "Daripada mengemis mending saya kayak gini. Yang penting halal," ujarnya.
Salain Dedi, beberapa orang juga menjelma menjadi bermacam-macam hantu. Seperti yang dilakukam Dewi yang memilih mengenakan pakaian mirip kuntilanak. Bermodal kain putih dan make up hantu, Dewi bisa mengumpulkan lembaran rupiah.

Dewi memakai pakaian mirip kuntilanak--Metrotvnews.com/Wanda Indana
Menjadi hantu memang tak selalu mudah. Kadang, ada masyarakat yang meledek bahkan memaki karena kaget. Dewi sudah biasa diledek. "Ya gue ledek balik," kata Dewi terkekeh.
Kadang Dewi juga sering iseng. Dia diam-diam suka memegang tangan masyarakat yang lewat. Masyarakat kaget dibuatnya. "Enggak apa-apa, iseng saja," katanya.
Pantauan
Metrotvnews.com, selain pocong dan kuntilanak, ada pula hantu berkepala butung. Ramai masyarakat tampak seru berfoto dengan para hantu di kawasan CFD. Ada pula sebagian masyarakat, terutama anak-anak dan remaja yang takut berfoto dengan para hantu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)