medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ingin kasus dugaan korupsi Sumber Waras terang benderang. Dia mengatakan, lebih baik kasus dugaan penyelewengan Sumber Waras itu segera dibawa ke pengadilan.
"Saya lebih senang pengadilan sebetulnya. Kita enggak mau dibuat ombang ambing. Karena kalau di pengadilan semua orang akan dengar," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2016).
Kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp191 miliar itu kini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK hingga saat ini masih belum menemukan dua alat bukti yang mengindikasikan penyelewangan pembelian lahan untuk Rumah Sakit Sumber Waras.
Kendati masih jalan di tempat, mantan Bupati Belitung Timur ini percaya KPK profesional dalam menyelidiki kasus ini. "KPK akan terus cari. Kan KPK enggak boleh setop. Nah saya percaya KPK ini profesional," ujar Ahok.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membeli lahan untuk Rumah Sakit Sumber Waras dengan harga sekitar Rp800 miliar. Dari hasil audit BPK DKI 2014 ditemukan ada indikasi kerugian negara sebesar Rp191,33 miliar.
Ahok merasa nilai pembelian itu sudah sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di tahun yang sama. "Salahnya dimana beli Sumber Waras. Kenapa saya dituduh beli kemahalan? Saya yakin KPK profesional," tandas dia.
medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ingin kasus dugaan korupsi Sumber Waras terang benderang. Dia mengatakan, lebih baik kasus dugaan penyelewengan Sumber Waras itu segera dibawa ke pengadilan.
"Saya lebih senang pengadilan sebetulnya. Kita enggak mau dibuat ombang ambing. Karena kalau di pengadilan semua orang akan dengar," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2016).
Kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp191 miliar itu kini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK hingga saat ini masih belum menemukan dua alat bukti yang mengindikasikan penyelewangan pembelian lahan untuk Rumah Sakit Sumber Waras.
Kendati masih jalan di tempat, mantan Bupati Belitung Timur ini percaya KPK profesional dalam menyelidiki kasus ini. "KPK akan terus cari. Kan KPK enggak boleh setop. Nah saya percaya KPK ini profesional," ujar Ahok.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membeli lahan untuk Rumah Sakit Sumber Waras dengan harga sekitar Rp800 miliar. Dari hasil audit BPK DKI 2014 ditemukan ada indikasi kerugian negara sebesar Rp191,33 miliar.
Ahok merasa nilai pembelian itu sudah sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di tahun yang sama. "Salahnya dimana beli Sumber Waras. Kenapa saya dituduh beli kemahalan? Saya yakin KPK profesional," tandas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)