medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI segera menertibkan kawasan Kalijodo. Rapat koordinasi lanjutan bersama unsur kepolisian dan TNI pun digelar buat memuluskan rencana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama itu.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menyatakan, salah satu bahasan dalam rapat koordinasi lanjutan yakni soal mekanisme penertiban. Tito, Ahok, juga Pangdam Jaya Mayjen Teddy Laksmana, mengambil referensi dari penggusuran di Kampung Pulo.
Tito menjelaskan, perlu <i>treatment</i> beda buat melakukan penertiban di Kalijodo. Sebab, permasalahan yang ada di Kampung Pulo tak sama dengan Kalijodo.
Dari sudut pandang kepolisian, Tito melihat banyak penyakit masyarakat di Kalijodo. Antara lain: tempat berkumpulnya preman, pelaku kejahatan, peredaran miras ilegal, prostitusi juga narkotika.
Kalijodo (MTVN.Arga Sumantri)
"Itu yang enggak ditemukan pada kasus di Kampung Pulo. Sehingga, ada persoalan masalah kepolisian di sana," ungkap Tito usai Rakor lanjutan penertiban Kalijodo di Main Hall Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2016).
Satu masalah yang boleh dibilang serupa antara Kampung Pulo dengan Kalijodo, kata dia, yakni soal permukiman liar. Permukiman berdiri di atas tanah negara.
"Itu Pemda yang akan menertibkan. Dari kepolisian dengan Bapak Pangdam akan memberikan dukungan," ujar Tito.
Penggusuran Kalijodo ramai dibicarakan pekan lalu. Penggusuran itu dicanangkan menyusul lokasi kawasan Kalijodo berada bantaran kali yang juga masuk kualifikasi tanah negara. Di lahan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana mendirikan ruang terbuka hijau.
Rencana ini sudah mengemuka dari 2012. Tapi awal pekan lalu, seorang pengendara Toyota Fortuner menabrak mati pengendara sepeda motor. Penyebabnya, sang sopir bernama Riki mengantuk lantaran habis kongkow di kawasan Kalijodo.
Ahok berang. Rencana penggusuran yang sudah lama tertahan kontan menemukan momentum. Bekas Bupati Belitung Timur itu kemudian tancap gas menggusur kawasan prostitusi dan judi, yang sudah melegenda sejak 1950-an.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI segera menertibkan kawasan Kalijodo. Rapat koordinasi lanjutan bersama unsur kepolisian dan TNI pun digelar buat memuluskan rencana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama itu.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menyatakan, salah satu bahasan dalam rapat koordinasi lanjutan yakni soal mekanisme penertiban. Tito, Ahok, juga Pangdam Jaya Mayjen Teddy Laksmana, mengambil referensi dari penggusuran di Kampung Pulo.
Tito menjelaskan, perlu
treatment beda buat melakukan penertiban di Kalijodo. Sebab, permasalahan yang ada di Kampung Pulo tak sama dengan Kalijodo.
Dari sudut pandang kepolisian, Tito melihat banyak penyakit masyarakat di Kalijodo. Antara lain: tempat berkumpulnya preman, pelaku kejahatan, peredaran miras ilegal, prostitusi juga narkotika.
Kalijodo (MTVN.Arga Sumantri)
"Itu yang enggak ditemukan pada kasus di Kampung Pulo. Sehingga, ada persoalan masalah kepolisian di sana," ungkap Tito usai Rakor lanjutan penertiban Kalijodo di Main Hall Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2016).
Satu masalah yang boleh dibilang serupa antara Kampung Pulo dengan Kalijodo, kata dia, yakni soal permukiman liar. Permukiman berdiri di atas tanah negara.
"Itu Pemda yang akan menertibkan. Dari kepolisian dengan Bapak Pangdam akan memberikan dukungan," ujar Tito.
Penggusuran Kalijodo ramai dibicarakan pekan lalu. Penggusuran itu dicanangkan menyusul lokasi kawasan Kalijodo berada bantaran kali yang juga masuk kualifikasi tanah negara. Di lahan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana mendirikan ruang terbuka hijau.
Rencana ini sudah mengemuka dari 2012. Tapi awal pekan lalu, seorang pengendara Toyota Fortuner menabrak mati pengendara sepeda motor. Penyebabnya, sang sopir bernama Riki mengantuk lantaran habis kongkow di kawasan Kalijodo.
Ahok berang. Rencana penggusuran yang sudah lama tertahan kontan menemukan momentum. Bekas Bupati Belitung Timur itu kemudian tancap gas menggusur kawasan prostitusi dan judi, yang sudah melegenda sejak 1950-an.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TII)