Kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) memasuki Stasiun Velodrome Rawamangun pada hari pertama penerapan berbayar, Jakarta, Minggu (1/12/2019). MI/Pius Erlangga.
Kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) memasuki Stasiun Velodrome Rawamangun pada hari pertama penerapan berbayar, Jakarta, Minggu (1/12/2019). MI/Pius Erlangga.

Pembangunan LRT Diminta Tak Buru-buru

Nasional proyek lrt
Putri Anisa Yuliani • 09 Desember 2019 19:01
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta tak buru-buru membangun koridor 2 lintas raya terpadu (LRT) yang menghubungkan Pulo Gadung-Kebayoran Lama. Pembangunan koridor 1 yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome dinilai belum sesuai ekspektasi.
 
Pengamat transportasi Dharmaningtyas menyebut pembangunan moda transportasi harus berdasarkan kajian mendalam. Kajian itu meliputi jumlah penumpang dan dinamika penduduk.
 
"Nantinya kebijakan pemerintah pusat, PNS masuk kerja hanya tiga hari. Sementara itu Ibu Kota juga akan pindah. Siapa yang akan naik kalau banyak seperti itu. Sementara dana subsidi pastinya sangat besar," kata Dharmaningtyas di Gedung Dinas Teknis Jati Baru, Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut nilai subisidi besar yang tak diimbangi jumlah penumpang akan menjadi pemborosan. Dharmaningtyas meminta Pemprov DKI fokus membangun MRT fase kedua selatan-utara dari Bundaran HI hingga Kota.
 
Pemprov DKI juga harus fokus membangun MRT timur-barat dari Ujung Menteng-Kalideres. Selain itu, penataan bus TransJakarta penting dilakukan demi transportasi publik di ibu kota.
 
"Saya kira optimalisasi saja bus rapid transit (BRT) yang sudah ada. Lalu menangani kemacetan dengan fokus menghilangkan jalur sebidang. Dengan demikian kereta rel listrik bisa dengan lancar melintas," jelas dia.
 
Kepala Bidang Angkutan Berbasis Rel Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ismanto mengatakan pemerintah punya alasan mengebut pembangunan LRT koridor dua Pulo Gadung-Kebayoran Lama. Pemprov DKI ingin ingin segera menyediakan transportasi massal berbasis rel yang menghubungkan wilayah timur dan barat Jakarta.
 
"Karena jika menunggu MRT timur-barat itu akan cukup lama selesainya perlu waktu total 19 tahun, Kalideres bisa terhubung hingga Ujung Menteng. Oleh karenanya kami ingin memfasilitasi warga. Jika nantinya ada masukan-masukan tentunya akan kami diskusikan," kata Ismanto.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif