Air merendam pemukiman warga di Kampung Duri Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 6 Januari 2020. Foto: MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Air merendam pemukiman warga di Kampung Duri Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 6 Januari 2020. Foto: MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Ego Sektoral Ganjal Penanganan Banjir

Nasional banjir jakarta cuaca ekstrem Jakarta Banjir
Zakaria Habib • 15 Januari 2020 16:02
Jakarta: Ego sektoral kepala daerah membuat banjir di DKI Jakarta dan sekitarnya sulit diatasi. Kerja sama antardaerah masih lemah.
 
"Sering kali statement yang dikeluarkan kepala daerah itu cenderung ego sektoral. Jarang mengakui bahwa persoalan daerah harus diselesaikan bersama," kata kata peneliti Populi Center Jefri Ardiansyah dalam diskusi di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Menurut dia, Pemeirntah Provinsi DKI Jakarta dan daerah sekitarnya bekerja sama. Pasalnya, kolaborasi daerah kerap membuahkan hasil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mencontohkan kerja sama Yogyakarta, Sleman, dan Bantul (Kartamantul) dalam pembangunan infrastruktur. Selain itu, ada pula kerja sama Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Java Promo.
 
Pejabat di DKI dan sekitarnya wajib membangun kerja sama semacam ini. Mereka harus satu sikap menghadapi banjir dan berbagi peran.
 
Pemangku kepentingan perlu menentukan skema pengambilan keputusan. Biaya serta distribusi manfaat harus disepakati bersama.
 
"Dalam persoalan banjir di Jakarta semua hal ini tidak jelas, saling menyalahkan, ego regional muncul. Pada akhirnya tidak akan menyelesaikan persoalan banjir," jelas Jefri.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif