Suasana kawasan pasar Tanah Abang di Jalan Jati Baru, Jakarta Pusat--Medcom.id/Nur Azizah
Suasana kawasan pasar Tanah Abang di Jalan Jati Baru, Jakarta Pusat--Medcom.id/Nur Azizah

Harga Sewa Kios Tanah Abang Bikin Pedagang 'Tercekik'

Nasional tanah abang
Nur Azizah • 21 Januari 2019 14:54
Jakarta: Budiarti, pedagang Tanah Abang, Jakarta Pusat mengeluh soal harga lapak yang semakin 'mencekik'. Dalam setahun, dia harus mengeluarkan uang setidaknya Rp100 juta untuk menyewa ruko berukuran 2x2 meter.
 
Ruko milik Budiarti terletak di pinggir Jalan Jati Baru Raya persisnya di sebelah tangga menuju Jembatan Penyebrangan Multifungsi (JPM) Tanah Abang.
 
Semakin startegis letak ruko maka semakin mahal harga sewanya. Namun, yang menjadi masalah, harga terus merangkak dari tahun ke tahun. "Bisa naik Rp5 juta. Padahal, ini ruko kecil," kata Budiarti kepada Medcom.id, Jakarta Pusat, Senin, 21 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sudah tiga tahun Budiarti membuka toko di sana. Menjual seluruh pakaian wanita, mulai dari kaos, gamis, kemeja, hingga jilbab.
 
Son, pedagang Blok B Tanah Abang, juga mengeluhkan harga ruko yang terus melejit. Sekali naik, pemilik ruko bisa memasang harga Rp10 juta.
 
Alhasil, dalam setahun Song bisa membayar sekitar Rp130 juta untuk lokasi yang tidak begitu strategis. Sedangkan untuk ruko dekat pintu masuk biasanya dibanderol Rp180 juta per tahun.
"Hampir setiap tahun tuh naik Rp10 juta. Tergantung lokasi rukonya," ucap Son.
 
Nasib yang hampir sama dirasakan pedagang di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan. Pedagang harus merogoh kocek Rp50 hingga Rp100 juta per tahun.
 
Pedagang Pasar Cipulir, Wilda Yurnalis menyewa satu unit ruko dengan harga Rp75 juta. Ruko yang ditempati berukuran 2x3 meter persegi.
 
Ruko yang terletak di Jalan Ciledug Raya, Jakarta Selatan ini pun tak dilengkapi pendingin udara. Posisinya juga tak terlalu strategis. "Semakin dekat pintu keluar masuk, harga semakin mahal. Bisa Rp100 juta pertahun," kata Wilda kepada Medcom.id, Jakarta Pusat, Senin, 21 Januari 2019.
 
Seluruh pedagang yang ditemui Medcom.id mengeluhkan hal yang sama. Harga ruko yang terus naik, namun tidak diimbangi pemasukan. "Sudah lima tahun ini sepi sekali. Apa karena daya beli masyarakat sedang menurun," ungkap dia.
 
Biasanya, dalam sehari tiga pedagang itu bisa menghasilkan uang Rp5 hingga Rp10 juta. Sekarang, Rp1 juta pun dinilai sulit.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi