Ilustrasi -- Antara/Jessica Wuysang
Ilustrasi -- Antara/Jessica Wuysang

Bocah 5 Tahun Jadi Korban Pelecehan Seksual Pembersih Toilet Sekolah

Deny Irwanto • 14 April 2014 17:22
medcom.id, Jakarta: Lagi-lagi kekerasan terhadap anak terjadi. Kali ini, hal tersebut menimpa seorang anak laki-laki, AK. Bocah berusia 5 tahun itu menjadi korban kekerasan seksual di sekolahnya.
 
AK merupakan salah satu murid taman kanak-kanak bertaraf internasional yang berada di bilangan Jakarta Selatan.
 
Kejadian tersebut diketahui oleh sang ibu pada 21 Maret 2014. Dia melihat ada hal yang janggal pada tingkah laku anaknya ketika hendak pergi sekolah.

"Mulai kelihatan aneh. Jadi sebelum berangkat sekolah atau malam hari dia kalau kencing itu sampai harus dipencet-pencet kemaluannya sampai air kencingnya tidak ada lagi," ujar ibu korban, TP, kepada wartawan di sebuah rumah makan di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2014).
 
TP pun bertanya kepada anaknya tentang keanehan itu. "Dia mengaku karena takut kencing di sekolah," tambahnya.
 
Kemudian TP juga sempat beberapa kali melihat anaknya mengigau ketika sedang tidur, "Lama-lama sering ngompol, pas tidur sering ngigau, 'stop, don't do that, go away from me!'," paparnya sambil menirukan ngigau anaknya.
 
Kejadian yang bikin curiga, tambah TP, pada 20 Maret 2014 dia menemukan luka memar di perut sebelah kanan anaknya. "Ketika ditanya, jawabnya tidak tahu, katanya kebentur," jelasnya.
 
Karena anaknya tidak mau bercerita, sang ibupun memancingnya agar mau bercerita. Anaknya pun mengaku ada orang yang jahat di sekolahnya.
 
"Sampai 21 Maret, Jumat, anak saya tanya ke saya 'dia bilang mami punya teman uncle Davi yang badannya kayak Hulk, coba tolong panggilin dong'. Karena ada orang nakal di sekolah. Kemudian saya tanya siapa yang nakal? Kata dia ada orang yang bersih-bersih toilet yang nakal dia bilang he (laki-laki) pukul saya. Terus put the bird (kelamin) in my bottom," cetus TP.
 
TP tidak berhenti sampai di situ. Dia terus bertanya kepada anaknya kapan peristiwa tersebut terjadi. AK hanya ingat peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan bulan Maret 2014 lalu.
 
"Yang dia inget pas kejadian temannya dia yang namanya Nathan ultah 15 Maret, itu hari Sabtu. Lalu saya tanya, sebelum Nathan birthday seperti apa? Dia jawab 'Aku pipis di toilet dan tercecer di lantai, terus mbaknya marah terus aku dihukum. Terus dipukul sama mbaknya. Terus dibuka bajunya, terus saya disuruh nungging, lalu bapak put inside the bird in my bottom so deep," ungkap TP.
 
Mendengar pengakuan yang polos dari anaknya itu, TP bingung dan menangis. Dia pun kemudian melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya pada 24 Maret 2014.
 
"Tanggal 24 itu saya lapor ke polisi. Kemudian anak saya dirujuk ke RSCM. Dari visum dokter anak saya kena herpes di bagian anusnya. Dan yang luka di bagian perutnya akibat benda tumpul dan dipukul pakai sapu," tutupnya.
 
Kini, ucap TP, polisi tengah menyelidiki kasus yang dialami oleh anaknya AK. Perkembangan terbaru, telah ditetapkan tiga orang tersangka yang merupakan petugas kebersihan di sekolah tersebut, dua laki-laki dengan inisial A dan V, satu perempuan inisial A.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(BOB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>