medcom.id, Jakarta: Pihak Kepolisian Resort Kota Depok masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap minuman keras yang menewaskan tujuh orang di Depok. Uji laboratorium tersebut dilakukan untuk mengetahui kandungan dan campuran pada minuman keras tersebut.
"kita masih menunggu hasil laboratorium kriminal terkait kandungan miras itu, sementara bukti-bukti yang lain masih dalam tahap penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho saat dihubungi, Rabu (23/12/2015).
Sementara itu, dari keterangan warga sekitar, miras yang biasa dioplos para korban adalah miras jenis leci, yang diperoleh dari toko Agung Shop yang tidak jauh dari tempat biasa korban nongkrong, yaitu di Jalan Ridwan Rais, Beji, Depok.
"Emang orang-orang itu biasa minum-minum disini mas, katanya sih dicampur minuman energi sama autan, tapi saya enggak tahu juga dicampur apaan lagi, kalau cuma minum-minum biasa enggak mungkin sampai mati mas," kata Iskandar, sopir angkot 01 Jurusan terminal Depok-Depok I, di Jalan Ridwan Rais, Beji, Depok.
kasus miras oplosan di Depok terungkap, setelah tujuh warga Kampung Lio, Pancoran Mas, Depok tewas dalam waktu yang berdekatan. korban tewas yaitu Ahmad Miat, 55, Boy, 45, Enday, Syarifudin, 45, Saimin, 55, Maulana dan terakhir pegawai kontrak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, Ujang, 60. Mereka diduga tewas setelah menenggak miras oplosan yang dibeli dari Toko Agung Shop.
medcom.id, Jakarta: Pihak Kepolisian Resort Kota Depok masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap minuman keras yang menewaskan tujuh orang di Depok. Uji laboratorium tersebut dilakukan untuk mengetahui kandungan dan campuran pada minuman keras tersebut.
"kita masih menunggu hasil laboratorium kriminal terkait kandungan miras itu, sementara bukti-bukti yang lain masih dalam tahap penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho saat dihubungi, Rabu (23/12/2015).
Sementara itu, dari keterangan warga sekitar, miras yang biasa dioplos para korban adalah miras jenis leci, yang diperoleh dari toko Agung Shop yang tidak jauh dari tempat biasa korban nongkrong, yaitu di Jalan Ridwan Rais, Beji, Depok.
"Emang orang-orang itu biasa minum-minum disini mas, katanya sih dicampur minuman energi sama autan, tapi saya enggak tahu juga dicampur apaan lagi, kalau cuma minum-minum biasa enggak mungkin sampai mati mas," kata Iskandar, sopir angkot 01 Jurusan terminal Depok-Depok I, di Jalan Ridwan Rais, Beji, Depok.
kasus miras oplosan di Depok terungkap, setelah tujuh warga Kampung Lio, Pancoran Mas, Depok tewas dalam waktu yang berdekatan. korban tewas yaitu Ahmad Miat, 55, Boy, 45, Enday, Syarifudin, 45, Saimin, 55, Maulana dan terakhir pegawai kontrak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, Ujang, 60. Mereka diduga tewas setelah menenggak miras oplosan yang dibeli dari Toko Agung Shop.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)