Sopir Bajaj Mogok di Depan Kantor Anies
Puluhan sopir bajaj melakukan aksi mogok di depan Balai Kota Jakarta - Medcom.id/Nur Azizah
Jakarta: Puluhan sopir bajaj yang tergabung dalam Bajaj Komunitas (BATAS) melakukan aksi mogok di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mereka menuntut Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) diperbanyak. 

"Kita minta pengisian gas lebih banyak agar kita tidak berjam-jam untuk mengantre untuk pengisian gas itu," kata ketua Bajaj Komunitas (BATAS) Aris Fazani di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 30 November 2018.

Aris menyebut pengisian bahan bakar gas (BBG) biasanya memakan waktu 10 hingga 30 menit. Sekarang, bisa memakan waktu sampai tujuh jam.


Ini disebabkan tiga SPBG di DKI mengalami kerusakan, yakni SPBG Pesing, Pluit, Grogol. Saat ini, hanya ada satu SPBG yang beroperasi normal, namun jumlah BBG yang dimiliki terbatas.

"Ada satu doang di Pedongkelan itu dibuka, tapi antrean panjang banget sampai Hotel Asmi. Yang lain bilang rusak tapi enggak masuk akal menurut saya. Jadi, kita di sini untuk menyampaikan aspirasi," ungkap dia.


Puluhan sopir bajaj melakukan aksi mogok di depan Balai Kota Jakarta - Medcom.id/Nur Azizah


Mereka juga menuntut pemerintah menyediakan lebih banyak bahan bakar gas (BBG). Pasalnya, sudah satu bulan ini sopir bajaj kesulitan mendapatkan BBG.

Robby, salah satu anggota, meminta Anies memerhatikan nasib mereka. Pasalnya, bajaj hanya bisa berjalan dengan gas.

"Banyak bajaj tidak berjalan karena gas tidak ada. Pertanyaannya kenapa tidak ada gas? Kami tuntut konsistensi gas di sini. Kita duduk sama-sama (cari solusi)" pungkas dia.

Pantauan Medcom.id, sopir bajaj membiarkan bajajnya mengular di depan halte Balai Kota. Kendati begitu, lalu lintas di sekitar tetap normal.
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id