Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Soal Banjir, Anies Sebut Jakarta adalah Korban

Nasional banjir jakarta
Fachri Audhia Hafiez • 27 April 2019 12:35
Jakarta: Beberapa hari ini banjir merendam puluhan titik di Jakarta. Pengendalian air dari hulu dianggap penyebab utamanya.
 
"Jadi ini semua terjadi karena air dari hulu, ke pesisir tidak dikendalikan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Taman O, Jalan Bulak Ringin, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu, 27 April 2019.
 
Anies menyebut, kawasan pesisir kerap menjadi korban pelimpahan air. Tak hanya di Ibu Kota, namun juga di Tangerang Selatan, Depok dan Bekasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta adanya pengendalian volume air dari hulu. Anies bilang, salah satunya dengan membangun bendungan.
 
"Membangun bendungan untuk kemudian dialihkan secara bertahap. Kemudian volume turun ke pesisir bisa dikontrol," ujar Anies.
 
Baca: 37 Titik Banjir Masih Menggenangi Jakarta
 
Naiknya permukaan air laut juga harus diwaspadai. Karena bila ada air laut tidak turun, lanjut Anies, maka genangan air masih mewarnai sejumlah titik di Jakarta.
 
Ia mengaku telah menyiapkan sejumlah petugas untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu air laut meluap. "Semua petugas kita stand by, dan setiap ada pergerakan air laut langsung diabrengi perubahan pintu air. Sehingga aliran air dari hulu bisa segera tuntas," pungkas Anies.
 
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat masih terdapat puluhan titik yang tergenang air. Sejumlah titik banjir yang tergenang tersebar di sejumlah wilayah kota madya.
 
Berdasarkan data BPBD hingga hari ini pukul 06.00 WIB terdapat 37 titik banjir. Keseluruhan titik yang tergenang itu diantaranya terdiri dari 14 titik di wilayah Jakarta Selatan, 21 titik di wilayah Jakarta Timur dan 2 titik di wilayah Jakarta Barat.
 
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta M Ridwan mengatakan hujan yang mengguyur belakangan ini membuat Sungai Pesanggrahan dan Sungai Krukut meluap. Beberapa wilayah dikhawatirkan akan terdampak genangan.
 
"Kalau tidak hujan insyaallah aman. Ketinggian banjir akan rendah kalau di Bogor tidak hujan. Kita berdoa saja," kata Ridwan ditemui di Taman O, Jalan Bulak Ringin, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu, 27 April 2019.
 
BPBD mencatat, daerah yang masih terdampak banjir di Wilayah Jakarta Selatan tepatnya di Kelurahan Pengadegan RW 01; Kelurahan Rawa Jati RW 01, 03, 07; Kelurahan Pejaten Timur RW 05, 06, 07, 08; Kelurahan Kebon Baru RW 010 dan Kelurahan Bangka RW 02. Kemudian Kelurahan Petogogan RW 02, Kelurahan Pondok Pinang RW 05, 08 dan Kelurahan Pondok Labu RW 03 dengan ketinggian banjir berkisar antara 10 cm sampai 220 cm.
 
Sedangkan di Jakarta Timur tepatnya di Kelurahan Cawang RW 01, 02, 03, 05, 08, 012, Kelurahan Kampung Melayu RW 04, 05, 06, 07, 08, Kelurahan Bidara Cina RW 04, 05, 06, 07, 011, 012, 014, 015, 016 dan Kelurahan Kebon Manggis RW 04 dengan ketinggian banjir berkisar antara 10 cm hingga 225 cm.
 
Warga yang masih mengungsi hingga saat ini terdiri dari 416 Kepala Keluarga dan 2.370 Jiwa. Lokasi pengungsi berada di 15 titik lokasi di Jakarta Timur.
 
Sementara itu, beberapa titik banjir yang sudah surut diantaranya di Kelurahan Balekambang RW 05 dan Kelurahan Cililitan RW 07.
 
Hujan yang turun di wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan sekitarnya yang terjadi 25 April 2019 dan 26 April 2019 menjadi biang penyebab banjir. Sungai yang turut meluap diantaranya Sungai Ciliwung, Sungai Krukut dan Sungai Angke.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif