Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Kasus Covid-19 Meroket, Kebijakan PPKM Mikro DKI Dievaluasi

Nasional DKI Jakarta Virus Korona covid-19 Pasien Covid-19 pandemi covid-19 Satgas Covid-19 Penularan covid-19 Pengidap Covid-19
Putri Anisa Yuliani, Media Indonesia.com • 13 Juni 2021 22:23
Jakarta: Kasus covid-19 di Jakarta terus meningkat. Bahkan, dalam dua hari terakhir penambahan kasus di atas 2 ribu.
 
Sementara sejak Senin, 7 Juni 2021, kasus bertambah lebih dari seribu kasus. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dipastikan akan mengevaluasi kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro setiap dua minggu untuk melihat kejadian kasus covid-19 di Jakarta, terutama yang tengah meningkat.
 
"Untuk menilai situasi kita melakukan harian mingguan bulanan, jadi kebijakan yang terbaru memang disiapkan saat kemarin kasusnya turun, kemudian baru disampaikan persis kemudian saat kasusnya meningkat. Tentu dinamika kebijakan yang diambil ini juga akan dilakukan sesuai kasus di mingguan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam diskusi virtual, Minggu, 13 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dwi mengatakan status kebijakan PPKM Mikro saat ini masih dibahas. Dia memastikan perubahan kebijakan PPKM akan disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi.
 
Baca: Kasus Meningkat, DKI Akan Naikkan Kapasitas Perawatan Pasien Covid-19
 
Dia mengatakan tak menutup kemungkinan ada perubahan kebijakan yang signifikan demi mencegah memburuknya angka kasus covid-19 di Ibu Kota. "Tak menutup kemungkinan ada peralihan kebijakan saat kasus makin mengancam atau kebijakan sebelumnya perlu dilakukan," kata dia.
 
Dwi menyebut pihaknya saat ini terus mengoptimalkan testing, tracing, treatment (3T) dan meminta masyarakat menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan ditambah 2M (mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan) untuk mencegah penularan covid-19.
 
"Masyarakat yang memiliki gejala atau keluhan kesehatan juga jangan menghindari tes karena takut diisolasi. Justru kalau diisolasi itu kita memutus mata rantai penularan. Kalau ada tracing, kita tanya siapa kontak eratnya jangan ditutup-tutupi supaya cepat teridentifikasi," tegas dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif