Salah satu sekolah penyedia kuota bina lingkungan, SMAN 39 Jakarta Timur. (MTVN/Lis Pratiwi)
Salah satu sekolah penyedia kuota bina lingkungan, SMAN 39 Jakarta Timur. (MTVN/Lis Pratiwi)

4 SMAN di Jakarta Sediakan Kuota Khusus Bina Lingkungan

Lis Pratiwi • 12 Juli 2017 00:06
medcom.id, Jakarta: Empat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di DKI Jakarta menyediakan kuota khusus siswa bina lingkungan yang menjadi pemilik tanah tempat bangunan sekolah berdiri. Kuota ini disediakan hanya bagi siswa baru atau kelas X.
 
Keempat sekolah tersebut berada di kotamadya Jakarta Timur, yaitu SMAN 93 di kompleks Paspampres untuk anak Paspampres. SMAN 67 dan SMAN 42 di kompleks Halim Perdana Kusumah untuk anak TNI AU, dan SMAN 39 di kompleks TNI AD menyediakan kuota bagi anak TNI AD. 
 
Kuota siswa bina lingkungan yang diberikan setiap sekolah berbeda. Di SMAN 39 misalnya, disediakan kuota 30 persen bagi putra putri TNI setiap tahun ajaran baru. Hal berarti ada tiga kelas siswa bina lingkungan dari total sepuluh kelas yang dibuka.

"Totalnya 108 siswa dari bina lingkungan," kata kepala sekolah SMAN 39, Horale Tua Simanullang kepada Metrotvnews.com, Selasa 11 Juli 2017.
 
Menurutnya, kuota bagi siswa bina lingkungan sudah ada sejak sekolah berdiri tahun 1974. Selama ini, sistem tersebut tidak pernah ada masalah karena pihak sekolah maupun masyarakat sadar hal ini berkaitan dengan sejarah kepemilikan tanah.
 
Horale menambahkan, seluruh proses seleksi dilakukan oleh Asisten Personalia Kopassus. Sekolah sebagai pelaksana hanya menerima daftar nama perserta yang lolos. Pemerintah DKI dan dinas pendidikan juga mengetahui kebijakan ini, bahkan perjanjiannya dilakukan oleh gubernur. 
 
"Mereka (TNI) punya yayasan pendidikan sendiri tapi putra putri mereka ada banyak akhirnya kerja sama dengan pemda setempat bikin sekolah," ujar mantan kepala sekolah 93 ini.
 
Selain SMAN 39, di kompleks TNI AD juga terdapat sekolah lain yang turut menerapkan sistem bina lingkungan, yakni SD Negeri 01, SD Negeri 02, SD Negeri 07, dan SMP Negeri 103.
 
Kendati menyediakan kuota khusus bagi siswa bina lingkungan, Horale mengatakan pihaknya tetap mengadakan seleksi sesuai petunjuk teknis (juknis) penerimaan siswa baru, yakni jalur prestasi, inklusi, umum, dan lokal atau zonasi.
 
Siswa yang diterima di SMAN 39 tahun ajaran 2017/2018 ialah 108 siswa bina lingkungan, 8 siswa dari jalur prestasi, 13 siswa luar DKI, 108 jalur umum, dan 123 jalur zonasi dari Kecamatan Pasar Rebo, Ciracas, dan Kramat Jati. Totalnya 360 siswa untuk 7 kelas IPA dan 3 kelas IPS.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>