medcom.id, Jakarta: M. Rizky alias Buyung, 15, masih berada di ruang perawatan tahanan Melati 2 Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, penjagaan RS Polri hari ini diperketat.
Pantauan Metrotvnews.com, Buyung dijaga oleh dua petugas kepolisian dari Polsek Ciledug, Tangerang, Banten. Pegawai RS Polri yang berjaga juga ditambah.
Pada hari-hari sebelumnya, penjagaan oleh pegawai RS Polri hanya dua orang. Hari ini, Jumat (19/6/2015), yang berjaga empat orang ditambah dengan satu kepala penjaga.
Pengunjung harus memperlihatkan KTP dan ditanya terlebih dahulu. Barang-barang yang dibawa juga diperiksa. Buyung tidak bisa dikunjungi sampai hari ini. Hanya pihak keluarga yang yang bisa menjenguk. Selain Buyung, tahanan lain di ruang tersebut tidak dijaga oleh polisi.
Diberitakan sebelumnya, dalam ruang tahanan itu Buyung sebagai tahanan yang melakukan pembunuhan. "Kata anak saya, Saleh, Rizky membunuh orang," terang salah satu Ibu dari tahanan yang sedang membesuk anaknya, Kamis (18/6/2015). Sampai saat ini polisi belum menetapkan siapa pelaku dan tersangka pembunuhan Putri.
Buyung merupakan saksi kunci kasus pembunuhan adiknya, Putri Marisa Sakina. Dia satu-satunya orang di tempat kejadian saat pembunuhan Putri terjadi, 7 Juni. Leher Buyung, seperti juga Putri, tersayat, tapi nyawanya masih terselamatkan.
Keterangan Buyung diyakini bisa mengungkap tabir yang menyelimuti kematian Putri. Buyung, kepada ibunya, pernah meminta maaf karena tak bisa mencegah tragedi dan menjaga Putri.
medcom.id, Jakarta: M. Rizky alias Buyung, 15, masih berada di ruang perawatan tahanan Melati 2 Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, penjagaan RS Polri hari ini diperketat.
Pantauan
Metrotvnews.com, Buyung dijaga oleh dua petugas kepolisian dari Polsek Ciledug, Tangerang, Banten. Pegawai RS Polri yang berjaga juga ditambah.
Pada hari-hari sebelumnya, penjagaan oleh pegawai RS Polri hanya dua orang. Hari ini, Jumat (19/6/2015), yang berjaga empat orang ditambah dengan satu kepala penjaga.
Pengunjung harus memperlihatkan KTP dan ditanya terlebih dahulu. Barang-barang yang dibawa juga diperiksa. Buyung tidak bisa dikunjungi sampai hari ini. Hanya pihak keluarga yang yang bisa menjenguk. Selain Buyung, tahanan lain di ruang tersebut tidak dijaga oleh polisi.
Diberitakan sebelumnya, dalam ruang tahanan itu Buyung sebagai tahanan yang melakukan pembunuhan. "Kata anak saya, Saleh, Rizky membunuh orang," terang salah satu Ibu dari tahanan yang sedang membesuk anaknya, Kamis (18/6/2015). Sampai saat ini polisi belum menetapkan siapa pelaku dan tersangka pembunuhan Putri.
Buyung merupakan saksi kunci kasus pembunuhan adiknya, Putri Marisa Sakina. Dia satu-satunya orang di tempat kejadian saat pembunuhan Putri terjadi, 7 Juni. Leher Buyung, seperti juga Putri, tersayat, tapi nyawanya masih terselamatkan.
Keterangan Buyung diyakini bisa mengungkap tabir yang menyelimuti kematian Putri. Buyung, kepada ibunya, pernah meminta maaf karena tak bisa mencegah tragedi dan menjaga Putri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)