medcom.id, Jakarta: Pembunuhan mengenaskan terhadap Putri Marisa Sakina, masih menyimpan teka-teki. Hari ini, hasil tes DNA Sperma yang ditemukan di paha Putri akan ke luar.
"Hasil tes DNA keluar sekitar 7 hari setelah sampel masuk, jadi hari ini diperkirakan ke luar," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak ketika dihubungi, Selasa (16/6/2015).
Hasil tes DNA yang akan ke luar merupakan hasil tes DNA sperma yang ditemukan di jasad Putri ketika divisum beserta hasil tes darah Rizky dan ibunya. Tes DNA telah dilakukan minggu lalu. "Sampel masuk ke laboratorium pada hari Kamis (11/6)," tambahnya.
Putri ditemukan tewas dengan leher berlumuran darah di rumahnya, Minggu 7 Juni. Kakak Putri, Muhammad Rizky Silaban alias Buyung juga ditemukan terkapar berlumuran darah dengan luka sayatan di bagian leher.
Keterangan Buyung diyakini bisa mengungkap tabir yang menyelimuti kematian Putri. Buyung, kepada ibunya, pernah meminta maaf karena tak bisa mencegah tragedi dan menjaga Putri.
Buyung saat ini berada di Rumah Sakit Polri Kramatjati. Dia dipindah dari Rumah Sakit Bhakti Asih Jumat 12 Juni 2015. Buyung dirawat di kamar Melati Dua, kelas tiga. Namun pihak keluarga tidak mengizinkan wartawan untuk menemui Buyung.
medcom.id, Jakarta: Pembunuhan mengenaskan terhadap Putri Marisa Sakina, masih menyimpan teka-teki. Hari ini, hasil tes DNA Sperma yang ditemukan di paha Putri akan ke luar.
"Hasil tes DNA keluar sekitar 7 hari setelah sampel masuk, jadi hari ini diperkirakan ke luar," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak ketika dihubungi, Selasa (16/6/2015).
Hasil tes DNA yang akan ke luar merupakan hasil tes DNA sperma yang ditemukan di jasad Putri ketika divisum beserta hasil tes darah Rizky dan ibunya. Tes DNA telah dilakukan minggu lalu.
"Sampel masuk ke laboratorium pada hari Kamis (11/6)," tambahnya.
Putri ditemukan tewas dengan leher berlumuran darah di rumahnya, Minggu 7 Juni. Kakak Putri, Muhammad Rizky Silaban alias Buyung juga ditemukan terkapar berlumuran darah dengan luka sayatan di bagian leher.
Keterangan Buyung diyakini bisa mengungkap tabir yang menyelimuti kematian Putri. Buyung, kepada ibunya, pernah meminta maaf karena tak bisa mencegah tragedi dan menjaga Putri.
Buyung saat ini berada di Rumah Sakit Polri Kramatjati. Dia dipindah dari Rumah Sakit Bhakti Asih Jumat 12 Juni 2015. Buyung dirawat di kamar Melati Dua, kelas tiga. Namun pihak keluarga tidak mengizinkan wartawan untuk menemui Buyung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)