medcom.id, Depok: Hujan lebat disertai angin kencang di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (23/2/2015) siang, menewaskan seorang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Hujan deras juga merendam beberapa titik jalan dan beberapa pohon roboh.
Hujan deras disertai angin kencang terjadi sejak pukul 14.00 WIB. Seorang siswa kelas 1 SMK Dwi Guna Kota Depok, Yasir Mustofa, 17, hanyut di Sungai Ciliwung saat memancing ikan.
Jenazah warga Jalan Nyamuk, Kelurahan Pondok Jaya, Kota Depok, itu ditemukan di daerah aliran Sungai (DAS) Ciliwung, tak jauh dari kantor perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Kahuripan di Jalan Raden Ajeng Kartini, Pancoran Mas, Kota Depok.
Kepala Pemadam Kebakaran Kota Depok Yayan Arianto yang memimpin pencarian, menuturkan siang itu korban dan beberapa teman satu kelasnya di SMK Dwi Guna pergi ke Sungai Ciliwung untuk memancing ikan. Nahas, saat hujan lebat disertai angin kencang, kaki korban terpeleset dan hanyut terbawa arus sungai.
“Jasad korban ditemukan di DAS Ciliwung dekat PDAM Tirta Kahuripan. Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet. Warga sekitar ikut membantu pencarian, “ kata Yayan di Depok.
Kapolsek Pancoran Mas Komisaris Purwadi mengatakan jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor untuk diotopsi.
Selain menelan korban jiwa, hujan deras juga merendan beberapa ruas jalan di wilayah Kota Depok. Jalan yang terendam banjir antara lain Jalan Tole Iskandar, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukma Jaya dengan tinggi air mencapai 50 sentimeter, Jalan Radar AURI menuju ke Taman Bunga, dan Jalan Raya Bogor.
Sampah menumpuk di dalam saluran air membuat air hujan dengan cepatnya meluber ke badan jalan. "Bagaimana mungin tiga titik jalan ini terbebas dari banjir kalau drainasenya ditutup sampah,“ ungkap Rahmat, 56, warga Jalan Tole Iskandar.
Beberapa pohon di Jalan Siliwangi tumbang. “Namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena situasi jalan saat itu dalam keadaan sepi," tambah Rahmat.
medcom.id, Depok: Hujan lebat disertai angin kencang di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (23/2/2015) siang, menewaskan seorang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Hujan deras juga merendam beberapa titik jalan dan beberapa pohon roboh.
Hujan deras disertai angin kencang terjadi sejak pukul 14.00 WIB. Seorang siswa kelas 1 SMK Dwi Guna Kota Depok, Yasir Mustofa, 17, hanyut di Sungai Ciliwung saat memancing ikan.
Jenazah warga Jalan Nyamuk, Kelurahan Pondok Jaya, Kota Depok, itu ditemukan di daerah aliran Sungai (DAS) Ciliwung, tak jauh dari kantor perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Kahuripan di Jalan Raden Ajeng Kartini, Pancoran Mas, Kota Depok.
Kepala Pemadam Kebakaran Kota Depok Yayan Arianto yang memimpin pencarian, menuturkan siang itu korban dan beberapa teman satu kelasnya di SMK Dwi Guna pergi ke Sungai Ciliwung untuk memancing ikan. Nahas, saat hujan lebat disertai angin kencang, kaki korban terpeleset dan hanyut terbawa arus sungai.
“Jasad korban ditemukan di DAS Ciliwung dekat PDAM Tirta Kahuripan. Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet. Warga sekitar ikut membantu pencarian, “ kata Yayan di Depok.
Kapolsek Pancoran Mas Komisaris Purwadi mengatakan jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor untuk diotopsi.
Selain menelan korban jiwa, hujan deras juga merendan beberapa ruas jalan di wilayah Kota Depok. Jalan yang terendam banjir antara lain Jalan Tole Iskandar, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukma Jaya dengan tinggi air mencapai 50 sentimeter, Jalan Radar AURI menuju ke Taman Bunga, dan Jalan Raya Bogor.
Sampah menumpuk di dalam saluran air membuat air hujan dengan cepatnya meluber ke badan jalan. "Bagaimana mungin tiga titik jalan ini terbebas dari banjir kalau drainasenya ditutup sampah,“ ungkap Rahmat, 56, warga Jalan Tole Iskandar.
Beberapa pohon di Jalan Siliwangi tumbang. “Namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena situasi jalan saat itu dalam keadaan sepi," tambah Rahmat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)