medcom.id, Jakarta: Siswa tingkat SMA dan sederajat akan melaksanakan ujian nasional (UN) secara serentak pada 13-15 April mendatang. Menurut Kasubag Kerja sama dan Humas Disdik DKI Jakarta Sri Kusumawati, capaian kompetensi yang diukur menggunakan kurikulum 2006.
"Siswa SMA/MA akan mengikuti UN untuk enam mata pelajaran, siswa SMK empat mata pelajaran, dan siswa SMP empat mata pelajaran, baik UN CBT (computer based test) maupun manual bentuknya pilihan ganda," ujar Sri saat ditemui Metrotvnews.com di ruang kerjanya, Gedung Disdik DKI, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2015)
Sri menambahkan, ada perbedaan sertifikat hasil UN dari tahun sebelumnya. Menurutnya, perbedaan itu lebih bermanfaat dari sebelumnya.
"Tahun ini sertifikat hasil UN lebih detail dalam memberikan Informasi gambaran pencapaian," terang Sri.
Sertifikat UN tidak hanya sekedar menampilkan nilai setiap pelajaran. Akan tetapi, juga menampilkan kategori baik sampai dengan kurang pada setiap sub komponen mata pelajaran.
"Sertifikat yang detail ini diharapkan bisa memberi gambaran yang lebih lengkap untuk siswa, orang tua, guru maupun sekolah untuk mengenali kekurangan dan kelebihan siswa serta membantu melakukan perbaikan," kata Sri.
medcom.id, Jakarta: Siswa tingkat SMA dan sederajat akan melaksanakan ujian nasional (UN) secara serentak pada 13-15 April mendatang. Menurut Kasubag Kerja sama dan Humas Disdik DKI Jakarta Sri Kusumawati, capaian kompetensi yang diukur menggunakan kurikulum 2006.
"Siswa SMA/MA akan mengikuti UN untuk enam mata pelajaran, siswa SMK empat mata pelajaran, dan siswa SMP empat mata pelajaran, baik UN CBT (
computer based test) maupun manual bentuknya pilihan ganda," ujar Sri saat ditemui
Metrotvnews.com di ruang kerjanya, Gedung Disdik DKI, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2015)
Sri menambahkan, ada perbedaan sertifikat hasil UN dari tahun sebelumnya. Menurutnya, perbedaan itu lebih bermanfaat dari sebelumnya.
"Tahun ini sertifikat hasil UN lebih detail dalam memberikan Informasi gambaran pencapaian," terang Sri.
Sertifikat UN tidak hanya sekedar menampilkan nilai setiap pelajaran. Akan tetapi, juga menampilkan kategori baik sampai dengan kurang pada setiap sub komponen mata pelajaran.
"Sertifikat yang detail ini diharapkan bisa memberi gambaran yang lebih lengkap untuk siswa, orang tua, guru maupun sekolah untuk mengenali kekurangan dan kelebihan siswa serta membantu melakukan perbaikan," kata Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)