Pemantau Kebersihan Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air, Sudin Kebersihan Jakarta Pusat, Jerry - MTVN/Wanda Indana
Pemantau Kebersihan Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air, Sudin Kebersihan Jakarta Pusat, Jerry - MTVN/Wanda Indana

Kesal Lihat Warga Buang Sampah ke Kali Petugas Harap Penertiban Diselesaikan

Wanda Indana • 11 Oktober 2016 06:05
medcom.id, Jakarta: Plastik, styrofoam, potongan kayu lemari pakaian, hingga kasur menumpuk di pintu air Manggarai, Jakarta Pusat. Sampah-sampah rumah tangga menjadi pemandangan biasa di pintu air yang dibangun sejak 1919, itu.
 
Setiap hari, delapan petugas kebersihan dari Suku Dinas Kebersihan, Jakarta Pusat, bekerja dua shift membersihkan sampah yang menyangkut di depan pintu air. Tugas bakal menjadi berat jika wilayah hulu, Bogor, Jawa Barat, diguyur hujan deras.
 
Selepas hujan, sampah-sampah dari hulu mulai tiba di pintu air Manggarai. Sampah rumah tangga yang ada sengaja dibuang warga yang tinggal di sepanjang bantaran kali Ciliwung di selatan Jakarta.

"Lihat balok itu, kalau nggak dibuang warga nggak mungkin masuk ke kali sendiri," tutur Pemantau Kebersihan Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air, Sudin Kebersihan Jakarta Pusat, Jerry pada Metrotvnews.com, Senin (10/10/2016).
 
Tak cuma warga yang tinggal di bantaran sungai, sampah di pintu air manggarai juga kontribusi dari warga yang berdagang di Pasar Manggarai. Pedagang membuka lapak hingga tumpah ke atas jembatan, persis di belakang pintu air. 
 
Pasar tradisional itu buka dari pukul tiga hingga pukul sembilan pagi. "Itu pasar ilegal, pas petugas Satpol PP datang jam sembilan, mereka pada bubar," kata Jerry jengkel. 
 
Setelah berjualan, pedagang buru-buru membuang sampah ke sungai. Tanpa bersalah, warga membuang sampah meski ada petugas kebersihan yang biasa menyapu jalan. 
Tak heran kata Jerry kalau tiap pagi ditemukan sampah sayuran di pintu air manggarai.
 
Kesal Lihat Warga Buang Sampah ke Kali Petugas Harap Penertiban Diselesaikan
Petugas membersihkan sampah di pintu air manggarai - MTVN/Wanda Indana

Selama tiga tahun jadi pemantau, Jerry kerap menghadapi warga yang ngeyel. Banyak warga enggan membayar uang kebersihan yang dikutip Rp10 ribu per bulan. Bahkan ada juga warga sekitar yang mencibir petugas kebersihan pintu air Manggarai. 
 
"Kalau kami nggak buang sampah ke sungai, kalian kerja apa? Sudah kerja saja yang bagus," kata Jerry menirukan cibiran warga.
 
Jerry tak hilang akal, demi kebaikan bersama ia merekrut beberapa petugas kebersihan yang berasal dari lingkungan sekitar. Tujuanya, agar petugas bisa langsung mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarang.
 
"Kalau kita ambil dari daerah lain bisa ribut. Makanya kita ambil dari orang-orang sini saja," kata dia.
 
Meski begitu, masih ada saja warga yang membuang sampah ke sungai. Jerry menyebut banyak warga belum sadar menjaga kebersihan sungai. 
 
Karena itu, ia sepakat dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok buat menertibkan pemukiman liar yang berada di bantaran kali. Sebab selama ini ia hanya bisa menahan kesal melihat warga tidak bertanggung jawab membuang sampah ke kali. 
 
"Penertibannya kan belum semua. Warga pinggiran kali sering buang sampah ke kali, orang saya sering lihat warga buang sampah lewat jendela," pungkas Jerry. 
 
Kesal Lihat Warga Buang Sampah ke Kali Petugas Harap Penertiban Diselesaikan
Petugas membersihkan sampah di pintu air manggarai - MTVN/Wanda Indana

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>