Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok--antara/Wahyu Putro
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok--antara/Wahyu Putro

Ahok tak Khawatir Ancaman Penyebaran HIV di Kalijodo

Intan fauzi • 17 Februari 2016 19:22
medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak khawatir soal ancaman penyebaran virus HIV di kawasan Kalijodo. Ia menyerahkan pada Puskesmas untuk memeriksa kesehatan warga.
 
"Kita bisa tangani proses kesehatan, Puskesmas semua," kata Ahok, sapaan Basuki, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2016).
 
Di samping itu, kebanyakan warga pun sudah pulang kembali ke kampungnya masing-masing. Karena alasan itu, Ahok yakin Jakarta setidaknya aman dari virus HIV. "80 persen kan sudah pulang kampung," imbuhnya.

Ahok juga tak khawatir jika nantinya dengan penertiban Kalijodo, para pekerja seks komersial (PSK) akan menyebar di berbagai wilayah Jakarta. Ia berharap, para PSK bisa diamankan. "Enggak usah khawatir, nanti juga ketangkep lagi," tandasnya.
 
Sebelumnya, Koordinator HIV/AIDS Puskesmas Kecamatan Penjaringan Intan Novita mengatakan 101 orang yang tinggal di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, positif mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV). Namun tak semua orang yang terjangkit virus HIV berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK).
 
Intan menyatakan yang paling banyak mengidap HIV adalah dari kawasan Kalijodo. Menurut dia, itu merupakan hal yang wajar karena PSK Kalijodo memiliki perilaku yang berisiko terkena HIV.
 
Menurut data dari Posko Pendaftaran dan Penanganan Warga RW 05 Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, jumlah PSK tersebut mencapai kurang lebih 445 orang. Dengan perincian 195 orang terikat dan 250 orang tidak tetap.
 
"Kami melakukan pendataan melalui program dokter keliling yang dilakukan setiap dua bulan hingga tiga bulan sekali. Kami terakhir melakukan program tersebut tahun lalu," tutur Intan.
 
Intan mengatakan dari 101 warga Kecamatan Penjaringan yang positif HIV, hanya ada 80 orang yang rutin memeriksakan diri ke Puskesmas. Khusus untuk PSK Kalijodo, mereka beralasan tidak diperbolehkan oleh muncikarinya untuk keluar.
 
"Padahal mereka mendapatkan obat ARV dari Puskesmas. Setiap enam bulan sekali, seseorang yang positif HIV juga harus melakukan pemeriksaan CD4 untuk mengetahui tingkat ketahanan tubuhnya," jelas Intan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan