medcom.id, Jakarta: Ratusan warga Kalijodo mendatangi Gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat. Mereka berharap dukungan anggota Dewan menolak penggusuran bangunan di wilayah itu.
Pantauan Metrotvnews.com, warga Kalijodo tiba di Gedung DPRD DKI Jakarta sekitar pukul 10.15 WIB. Tua, muda, hingga anak-anak ikut dalam rombongan tersebut.
Razman Arif Nasution, kuasa hukum, mendampingi warga Kalijodo ke Gedung Dewan. "Kami semua warga Kalijodo," kata Ketua RW 05 Kalijodo, Kunarso Suro Hadi Wijoyo, Jumat (19/2/2016).
Lima bus dan 20 mobil pribadi membawa rombongan ini. Tidak ada penjagaan ketat dari polisi maupun anggota Satuan Polisi Pamong Praja.
Tujuh perwakilan dan Razman sudah masuk ke Gedung Dewan. Belum diketahui siapa yang akan mereka temui. Sementara, warga lainnya berkumpul di gerbang masuk Gedung DPRD.
"Tidak boleh ada kebijakan yang membuat rakyat menderita. Kami ingin tahu bagaimana tanggapan DPRD," kata Razman.
Pemerintah DKI Jakarta sudah melayangkan surat peringatan 1 ke warga di Kalijodo. Dengan SP1, warga diharapkan membongkar sendiri bangunan mereka.
Sumber Metrotvnews.com menyebutkan Pemda DKI menetapkan penggusuran bangunan Kalijodo pada Senin 29 Februari. Sebelum itu, akan ada operasi yang menyasar preman, minuman keras, senjata tajam, dan panah.
Pemerintah menggusur bangunan di Kalijodo karena kawasan itu masuk lahan hijau. Setelah bangunan rata dengan tanah, pemerintah mengubah kawasan itu menjadi ruang terbuka hijau.
Politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berupaya mewujudkan tata ruang Jakarta yang lebih baik. Selama ini, Jakarta identik dengan kawasan kumuh nan semrawut.
"Sebagai pusat pemerintahan yang juga simbol kemajuan bangsa, selayaknya Jakarta menerapkan pola zonasi, dengan mengalokasikan 30 persen wilayah sebagai ruang terbuka hijau," kata Sahroni.
Saat ini, ruang terbuka hijau di Jakarta masih 9,8 persen dari total luas wilayah dari target 30 persen. Sebelumnya, pemerintah sudah mengembalikan fungsi lahan hijau salah satunya Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio.
Pemerintah menyediakan rumah susun untuk warga Kalijodo yang terdampak penggusuran. Sedangkan pekerja seks komersial ditawari menjadi Penanganan Prasarana dan Sarana Umum untuk wilayah Jakarta.
Wilayah Kalijodo terdiri dari enam rukun tetangga. Lima rukun tetangga masuk wilayah administrasi Jakarta Utara dan satu rukun tetangga masuk wilayah Jakarta Barat.
medcom.id, Jakarta: Ratusan warga Kalijodo mendatangi Gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat. Mereka berharap dukungan anggota Dewan menolak penggusuran bangunan di wilayah itu.
Pantauan Metrotvnews.com, warga Kalijodo tiba di Gedung DPRD DKI Jakarta sekitar pukul 10.15 WIB. Tua, muda, hingga anak-anak ikut dalam rombongan tersebut.
Razman Arif Nasution, kuasa hukum, mendampingi
warga Kalijodo ke Gedung Dewan. "Kami semua warga Kalijodo," kata Ketua RW 05 Kalijodo, Kunarso Suro Hadi Wijoyo, Jumat (19/2/2016).
Lima bus dan 20 mobil pribadi membawa rombongan ini. Tidak ada penjagaan ketat dari polisi maupun anggota Satuan Polisi Pamong Praja.
Tujuh perwakilan dan Razman sudah masuk ke Gedung Dewan. Belum diketahui siapa yang akan mereka temui. Sementara, warga lainnya berkumpul di gerbang masuk Gedung DPRD.
"Tidak boleh ada kebijakan yang membuat rakyat menderita. Kami ingin tahu bagaimana tanggapan DPRD," kata Razman.
Pemerintah DKI Jakarta sudah melayangkan surat peringatan 1 ke warga di Kalijodo. Dengan SP1, warga diharapkan membongkar sendiri bangunan mereka.
Sumber Metrotvnews.com menyebutkan Pemda DKI menetapkan penggusuran bangunan Kalijodo pada Senin 29 Februari. Sebelum itu, akan ada operasi yang menyasar preman, minuman keras, senjata tajam, dan panah.
Pemerintah menggusur bangunan di Kalijodo karena kawasan itu masuk lahan hijau. Setelah bangunan rata dengan tanah, pemerintah mengubah kawasan itu menjadi ruang terbuka hijau.
Politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berupaya mewujudkan tata ruang Jakarta yang lebih baik. Selama ini, Jakarta identik dengan kawasan kumuh nan semrawut.
"Sebagai pusat pemerintahan yang juga simbol kemajuan bangsa, selayaknya Jakarta menerapkan pola zonasi, dengan mengalokasikan 30 persen wilayah sebagai ruang terbuka hijau," kata Sahroni.
Saat ini, ruang terbuka hijau di Jakarta masih 9,8 persen dari total luas wilayah dari target 30 persen. Sebelumnya, pemerintah sudah mengembalikan fungsi lahan hijau salah satunya Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio.
Pemerintah menyediakan rumah susun untuk warga Kalijodo yang terdampak penggusuran. Sedangkan pekerja seks komersial ditawari menjadi Penanganan Prasarana dan Sarana Umum untuk wilayah Jakarta.
Wilayah Kalijodo terdiri dari enam rukun tetangga. Lima rukun tetangga masuk wilayah administrasi Jakarta Utara dan satu rukun tetangga masuk wilayah Jakarta Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)