medcom.id, Jakarta: Polisi punya Standar Operasional Prosedur (SOP) ketika akan menggusur atau mengosongkan satu wilayah. Sosialisasi adalah tahapan awal dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
"Ya kita kan punya teknis, teknis ada tahapan-tahapan, tentunya sosialisasi tentu. Tapi tidak usah dibuka di sini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/2/2016).
Iqbal menegaskan, tidak ada tempat yang tidak bisa disentuh oleh polisi. Apalagi tujuan pengosongan bertujuan baik. "Pada prinsipnya negara tidak boleh kalah oleh siapa pun, apalagi oleh orang-orang yang seharusnya tidak di situ," lanjut Iqbal.
Iqbal juga menegaskan, akan ada hukuman bagi orang yang menghalangi kerja kepolisian. Apalagi, jika orang yang menghalangi telah berbuat pidana terhadap polisi. "Misalkan ada pidananya, akan tindak tegas. Itu daerah yang cukup rawan, langsung kita periksa," tandas Iqbal.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menggusur kawasan Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara. Pekan depan, koordinasi penggusuran dibahas di Mapolda Metro Jaya.
Koordinasi akan melibatkan Pemda, Kodam, Wali Kota Jakarta Barat, Walkot Jakarta Utara, dan perwakilan gubernur di Polda Metro Jaya. Rapat koordinasi tersebut digelar Senin pekan depan.
Penggusuran rencananya mendapat penolakan warga Kalijodo. Mereka mengancam mengerahkan preman buat menyetop penggusuran. "Preman sini juga pasti bantu. Panglimanya masih bertengger ya susah mau digusur juga. Mereka pasti ngamuk," kata Usman, juru parkir kepada Metrotvnews.com, Rabu 10 Februari.
Menurut dia, jumlah preman di Kalijodo, banyak. Mereka sudah akrab dengan kekerasan.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tak ambil pusing dengan ancaman warga Kalijodo. Dia menegaskan tidak takut dengan preman yang diduga akan melawan upaya pemerintah menggusur Kalijodo.
Orang nomor satu di Jakarta ini akan menyiapkan kekuatan penuh untuk menyulap kawasan Kalijodo menjadi taman hijau. Ahok sempat berseloroh siap mengirimkan tank ke Kalijodo. Namun, ketika dikonfirmasi Ahok sebenarnya tak bermaksud mengirimkan tank. Dia mengatakan pernyataan tersebut adalah sebuah perumpamaan, yang menandakan keseriusannya untuk meratakan Kalijodo.
"Enggak lah. Kan dia (menantang) mesti pakai tank. Ya, kalau pakai tank, saya pakai perumpamaan pakai tank juga," tandas Ahok.
Polemik soal penggusuran Kalijodo mengemuka usai insiden kecelakaan Toyota Fortuner maut di Daan Mogot, Jakarta Barat. Riki, sopir Toyota Fortuner, diketahui mengantuk usai menenggak minuman beralkohol di Kalijodo.
Ahok pun langsung punya ide membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa taman hijau di kawasan Kalijodo. Taman itu akan dibangun di area penggusuran. Penggusuran Kalijodo bukan sekadar untuk pemberantasan prostitusi. Tapi juga upaya membasmi peredaran minuman keras.
medcom.id, Jakarta: Polisi punya Standar Operasional Prosedur (SOP) ketika akan menggusur atau mengosongkan satu wilayah. Sosialisasi adalah tahapan awal dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
"Ya kita kan punya teknis, teknis ada tahapan-tahapan, tentunya sosialisasi tentu. Tapi tidak usah dibuka di sini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/2/2016).
Iqbal menegaskan, tidak ada tempat yang tidak bisa disentuh oleh polisi. Apalagi tujuan pengosongan bertujuan baik. "Pada prinsipnya negara tidak boleh kalah oleh siapa pun, apalagi oleh orang-orang yang seharusnya tidak di situ," lanjut Iqbal.
Iqbal juga menegaskan, akan ada hukuman bagi orang yang menghalangi kerja kepolisian. Apalagi, jika orang yang menghalangi telah berbuat pidana terhadap polisi. "Misalkan ada pidananya, akan tindak tegas. Itu daerah yang cukup rawan, langsung kita periksa," tandas Iqbal.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menggusur kawasan Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara. Pekan depan, koordinasi penggusuran dibahas di Mapolda Metro Jaya.
Koordinasi akan melibatkan Pemda, Kodam, Wali Kota Jakarta Barat, Walkot Jakarta Utara, dan perwakilan gubernur di Polda Metro Jaya. Rapat koordinasi tersebut digelar Senin pekan depan.
Penggusuran rencananya mendapat penolakan warga Kalijodo. Mereka mengancam mengerahkan preman buat menyetop penggusuran. "Preman sini juga pasti bantu. Panglimanya masih bertengger ya susah mau digusur juga. Mereka pasti ngamuk," kata Usman, juru parkir kepada
Metrotvnews.com, Rabu 10 Februari.
Menurut dia, jumlah preman di Kalijodo, banyak. Mereka sudah akrab dengan kekerasan.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tak ambil pusing dengan ancaman warga Kalijodo. Dia menegaskan tidak takut dengan preman yang diduga akan melawan upaya pemerintah menggusur Kalijodo.
Orang nomor satu di Jakarta ini akan menyiapkan kekuatan penuh untuk menyulap kawasan Kalijodo menjadi taman hijau. Ahok sempat berseloroh siap mengirimkan tank ke Kalijodo. Namun, ketika dikonfirmasi Ahok sebenarnya tak bermaksud mengirimkan tank. Dia mengatakan pernyataan tersebut adalah sebuah perumpamaan, yang menandakan keseriusannya untuk meratakan Kalijodo.
"Enggak lah. Kan dia (menantang) mesti pakai tank. Ya, kalau pakai tank, saya pakai perumpamaan pakai tank juga," tandas Ahok.
Polemik soal penggusuran Kalijodo mengemuka usai insiden kecelakaan Toyota Fortuner maut di Daan Mogot, Jakarta Barat. Riki, sopir Toyota Fortuner, diketahui mengantuk usai menenggak minuman beralkohol di Kalijodo.
Ahok pun langsung punya ide membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa taman hijau di kawasan Kalijodo. Taman itu akan dibangun di area penggusuran. Penggusuran Kalijodo bukan sekadar untuk pemberantasan prostitusi. Tapi juga upaya membasmi peredaran minuman keras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)