Ilustrasi--Metrotvnews.com/Riyan
Ilustrasi--Metrotvnews.com/Riyan

Penumpang Keberatan Trayek PPD & Mayasari Bakti Dihapus

Riyan Ferdianto • 04 Februari 2016 19:29
medcom.id Jakarta: Penumpang angkutan umum menolak rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus trayek bus PPD dan Mayasari Bakti. Berbagai alasan dilontarkan para penumpang PPD dan Mayasari Bakti.
 
Angkutan seperti bus PPD dan Mayasari Bakti dinilai lebih efisien dan tarif yang lebih murah. "Saya lebih baik naik bus PPD dari pada busway. Karena bisa keluar kota, kan busway hanya sekitar Jakarta saja," kata penumpang bus PPD jurusan Bekasi - Bundaran HI, Yayah, 58, kepada Metrotvnews.com, Jakarta Kamis (4/2/2016)
 
Yayah tidak sepakat dengan program Pemerintah Provinsi DKI yang akan menghapus PPD dan Mayasari Bakti. Menurut dia angkutan umum itu amat membantu penumpang. "Saya tidak setuju karena bus PPD sangat membantu penumpang yang dari luar Jakarta dengan adanya bus PPD atau Mayasari lebih membantu. Tidak harus ke terminal," terang Yayah.

Sebelumnya Yayah biasanya membawa kendaraan sendiri. Kini ia beralih ke bus PPD atau Masayari. Ia juga saya sering mendengar penumpang lain tidak setuju kalau bus PPD atau Mayasari dihapus. Karena keduanya lebih cepat dan murah.
 
Sebagian warga Jakarta juga tidak sepakat dengan rencana menghapus trayek PPD dan Mayasari Bakti yang bersinggungan dengan koridor TransJakarta. Sebab, jumlah bus TransJakarta masih terbatas dengan waktu tunggu lama.
 
Rudi, 35, salah satu warga yang bekerja di wilayah Kalibata, Jakarta Selatan, mengatakan angkutan umum lebih efisien ketimbang TransJakarta. Selain waktu tunggu lama, naik TransJakarta mengharuskan dirinya mengeluarkan dana ekstra.
 
"Kalau busway ribet, harus pakai kartu. Juga nunggu lama. Jadi banyak buang waktu, malas nunggu. Selain itu kita harus sambung angkutan umum lagi untuk sampai sini (Kalibata)," ujar Rudi kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Rabu 3 Februari.
 
Hal senada diutarakan sopir PPD jurusan Bundaran HI - Bekasi, Kiki 30. Ia mengaku banyak penumpang lebih memilih naik PPD ketimbang Busway karena waktu tunggu busway terlalu lama.
 
"Dari Semanggi masuk koridor 1 banyak penumpang busway yang beralih naik karena jenuh terlalu lama menunggu. Mereka suka telat. Jadi banyak penumpang naik APTB Mayasari atau PPD," ujar Kiki.
 
Pemprov DKI berencana menghapus trayek Mayasari Bakti dan PPD yang bersisian dengan koridor TransJakarta. Keberadaan bus besar dinilai tidak efektif dan akan dialihkan untuk rute lain. Kebijakan itu diterapkan setelah 600 bus hibah dari Kementerian Perhubungan beroperasi.
 
Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Masdes Arrofi mengatakan, pihaknya akan menata ulang semua trayek angkutan umum di Ibu Kota. Untuk tahap awal, baru trayek bus besar yang dihapus.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>