Suasana selter Kampung Akuarium, Minggu, 25 Agustus 2019. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
Suasana selter Kampung Akuarium, Minggu, 25 Agustus 2019. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo

Warga Kampung Akuarium Menanti Pembangunan Hunian 2020

Nasional penggusuran luar batang
Ilham wibowo • 25 Agustus 2019 18:45
Jakarta: Warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara kini lebih tenang setelah mendapat kepastian hunian permanen dari Pemerintah DKI Jakarta. Permukiman yang sempat digusur ini akan kembali dibangun dengan konsep kampung susun mulai tahun 2020.
 
Koodinator wilayah Kampung Akuarium Dharma Yani mengatakan, kepastian pembangunan hunian permanen itu didapat setelah rencana desain permukiman bertajuk 'Kampung Susun Bahari Akuarium' sudah berada Dinas Perumahan DKI Jakarta. Warga yang kini tinggal di selter Kampung Akuarium Blok A tengah menunggu jadwal peletakan batu pertama.
 
"Sekarang tinggal lelang perencanaan, anggaran dan lain sebagainya. Dari kabar yang kami terima sekitar Juni 2020 mulai pembangunannya," kata Yani kepada Medcom.id, Minggu, 25 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usai berdamai dengan Pemprov DKI Jakarta sejak 2018, warga yang terkena penataan pesisir utara Jakarta pada 11 April 2016 itu dimasukan dalam program Community Action Plan (CAP). Bahkan, Gubernur Anies Baswedan telah sepakat untuk membuat hunian dengan konsep yang sesuai dengan keinginan warga.
 
"Kerena desain ini datang dari warga, ada hal yang perlu dipenuhi aturannya untuk perencanaan, itu semua sedang dikakukan. Sejauh ini kami dengar perencanaan anggaran, desain dan perizinan sudah fix, hanya mungkin tinggal peletakan batu pertama atau actionnya," ungkapnya.
 
Di lahan Kampung Akuarium yang ada saat ini, hunian baru tersebut akan memiliki 260 ruangan di dalam gedung berderet empat lantai. Menurut Yani, nantinya 231 ruangan akan digunakan sebagai hunian warga yang terdata dan sisanya sebagai sarana penunjang seperti koperasi dan balai serbaguna.
 
"Kami sadar ini kawasan cagar budaya, jadi hunian yang kami desain itu bukan yang biasa dibuat dinas perumahan. Kami ingin hunian kami berintegrasi dengan cagar budaya yang ada di Kampung Akuarium supaya punya ciri khas sebagai kawasan wisata," ungkapnya.
 
Yani tak tahu pasti dana keseluruhan yang diperlukan Pemprov DKI Jakarta untuk merampungkan infrastruktur dan fasilitas umum lain seperti dermaga, jalan dan taman di Kampung Akuarium. Khusus dana untuk bangunan warga, kata Yani, jumlahnya bisa mencapai Rp50 miliar.
 
Baca:Kekariban Anies dan Warga Kampung Akuarium Berbuah Manis
 
"Perencanaan kami dengan pemerintah pasti beda karena ada untuk infrastruktur taman, jalan dan sebagainya, mungkin sekitar Rp100 miliar. Tapi saya tidak bisa bilang ya begitu, kalau bicara dengan warga hanya Rp50 miliar untuk bangunan saja, belum yang lain-lain," paparnya.
 
Saat ini, selter masih menjadi tempat berlindung warga RT12 RW04 Kampung Akuarium sejak dibangun Januari 2018. Dari 90 unit yang digunakan, dua unit selter di antaranya digunakan sebagai sarana umum seperti kegiatan belajar anak-anak dan balai pertemuan warga.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif