medcom.id, Jakarta: Unjuk rasa menentang dan mendukung RUU Pilkada di depan Gedung DPR Senayan, Jakarta, mulai panas. Demonstran mulai membakar ban bekas.
Asap hitam dari ban bekas yang dibakar membumbung ke udara. Suasana makin riuh karena hampir semua demonstran meneriakkan yel-yel.
"Hidup rakyat...hidup rakyat," teriak demonstran penolak RUU Pilkada di depan Gedung Parlemen, Kamis (25/9/2014) sore.
Tak jauh dari ban bekas yang dibakar, sejumlah demonstran tak silih berganti berorasi. Intinya mereka menolak pemilihan kepala daerah oleh DPR.
"Partai yang mendukung RUU Pilkada adalah musuh rakyat," teriak demonstran berulang-ulang.
Beruntung polisi cepat bertindak sebelum keadaan menjadi kacau. Ban bekas yang dibakar cepat disingkirkan. Sampai berita ini disusun demonstran masih terus berorasi.
medcom.id, Jakarta: Unjuk rasa menentang dan mendukung RUU Pilkada di depan Gedung DPR Senayan, Jakarta, mulai panas. Demonstran mulai membakar ban bekas.
Asap hitam dari ban bekas yang dibakar membumbung ke udara. Suasana makin riuh karena hampir semua demonstran meneriakkan yel-yel.
"Hidup rakyat...hidup rakyat," teriak demonstran penolak RUU Pilkada di depan Gedung Parlemen, Kamis (25/9/2014) sore.
Tak jauh dari ban bekas yang dibakar, sejumlah demonstran tak silih berganti berorasi. Intinya mereka menolak pemilihan kepala daerah oleh DPR.
"Partai yang mendukung RUU Pilkada adalah musuh rakyat," teriak demonstran berulang-ulang.
Beruntung polisi cepat bertindak sebelum keadaan menjadi kacau. Ban bekas yang dibakar cepat disingkirkan. Sampai berita ini disusun demonstran masih terus berorasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)