Jakarta: Lagu Mengheningkan Cipta terdengar di Stasiun Universitas Indonesia. Kereta rel listrik (KRL) yang sedianya hanya berhenti beberapa detik untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, kali ini harus berhenti sedikit lebih lama.
"Mengheningkan cipta, mulai," demikian permintaan petugas KRL melalui pengeras suara sebelum lantunan musik karya Truno Prawit itu diperdengarkan, Jumat 10 November 2017.
Sejumlah penumpang spontan menundukkan kepala seperti saat berupacara, terutama yang tengah berdiri. Sedangkan penumpang yang duduk ada yang celingak-celinguk mencari sumber suara. Ada pula yang langsung merekam peristiwa langka ini melalui ponselnya.
"Mengheningkan cipta, selesai," ucap petugas, kembali melalui pengeras suara semenit berselang. Pintu KRL kemudian tertutup dan perjalanan kereta dilanjutkan.
Saat dikonfirmasi, VP Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia Eva Chairunisa menyatakan kegiatan mengheningkan cipta di KRL dan stasiun memang sudah disiapkan.
"Momen ini untuk menyambut Hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November," kata Eva.
Eva mengatakan PT KCI mengajak seluruh pengguna KRL ikut mengenang jasa para pahlawan dengan mengheningkan cipta serentak.
"Dilakukan tepat pukul 08.15 WIB selama 60 detik di seluruh rangkaian KRL dan stasiun," ujarnya.
Tema Hari Pahlawan juga diusung PT KCI pada sejumlah kegiatan sosialisasi penggunaan tiket kartu multi trip (KMT) di Stasiun baru dilayani KRL, yaitu Tambun dan Cikarang.
"Pengguna KRL yang telah memiliki KMT berkesempatan mendapatkan hadiah menarik dari KCI," katanya.
Mereka juga dihibur oleh petugas yang menggunakan kostum bertema pahlawan sekaligus menyosialisasikan program-program KCI, terutama keuntungan menggunakan KMT.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/0Kv33zwN" allowfullscreen></iframe>
Jakarta: Lagu Mengheningkan Cipta terdengar di Stasiun Universitas Indonesia. Kereta rel listrik (KRL) yang sedianya hanya berhenti beberapa detik untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, kali ini harus berhenti sedikit lebih lama.
"Mengheningkan cipta, mulai," demikian permintaan petugas KRL melalui pengeras suara sebelum lantunan musik karya Truno Prawit itu diperdengarkan, Jumat 10 November 2017.
Sejumlah penumpang spontan menundukkan kepala seperti saat berupacara, terutama yang tengah berdiri. Sedangkan penumpang yang duduk ada yang celingak-celinguk mencari sumber suara. Ada pula yang langsung merekam peristiwa langka ini melalui ponselnya.
"Mengheningkan cipta, selesai," ucap petugas, kembali melalui pengeras suara semenit berselang. Pintu KRL kemudian tertutup dan perjalanan kereta dilanjutkan.
Saat dikonfirmasi, VP Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia Eva Chairunisa menyatakan kegiatan mengheningkan cipta di KRL dan stasiun memang sudah disiapkan.
"Momen ini untuk menyambut Hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November," kata Eva.
Eva mengatakan PT KCI mengajak seluruh pengguna KRL ikut mengenang jasa para pahlawan dengan mengheningkan cipta serentak.
"Dilakukan tepat pukul 08.15 WIB selama 60 detik di seluruh rangkaian KRL dan stasiun," ujarnya.
Tema Hari Pahlawan juga diusung PT KCI pada sejumlah kegiatan sosialisasi penggunaan tiket kartu multi trip (KMT) di Stasiun baru dilayani KRL, yaitu Tambun dan Cikarang.
"Pengguna KRL yang telah memiliki KMT berkesempatan mendapatkan hadiah menarik dari KCI," katanya.
Mereka juga dihibur oleh petugas yang menggunakan kostum bertema pahlawan sekaligus menyosialisasikan program-program KCI, terutama keuntungan menggunakan KMT.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)