Wihara Petak Sembilan. Foto: MTVN/Meilikhah.
Wihara Petak Sembilan. Foto: MTVN/Meilikhah.

Wihara Petak Sembilan Mulai Bersolek

Akmal Fauzi • 29 Juni 2017 09:57
medcom.id, Jakarta: Wihara Dharma Bhakti yang terbakar Maret 2015 mulai bersolek. Renovasi tahap pertama wihara tertua di Jakarta itu ditargetkan selesai bulan depan.
 
Wihara yang terletak di Jalan Kemenangan II, Petak Sembilan, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, direnovasi dengan melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta. Renovasi diharap tetap membuat bangunan persis seperti aslinya sebelum terbakar.
 
"Kami melibatkan ahli agar ornamen dan ciri bangunan sama persis karena ini kan cagar budaya," tutur Ketua Umum Yayasan Dharma Bhakti Tan Adi Pranata, Rabu, 28 Juni 2017.

Renovasi tahap pertama antara lain mengecat ruang sembah dan halaman muka wihara. Meski demikian, sisa-sisa bangunan bekas terbakar masih tampak khususnya kayu penyangga yang berwarna hitam pekat.
 
Adi memperkirakan renovasi total wihara yang dibangun sejak 1755 itu akan selesai dalam kurun waktu lima tahun. "Untuk kebutuhan dana kami perkirakan mencapai Rp50 miliar. Pokoknya kami usahakan selesai secepatnya karena ini menyangkut kepentingan umat beribadah," ujar Adi.
 
Renovasi kali ini juga menambah bangunan baru di belakang ruang sembahyang. Tempat itu dijadikan ruang sembahyang utama. "Nanti altar dewa-dewa dipindahkan ke situ semua," cetus Koordinator Pembangunan Yunus Haddinotto.
 
Yunus menjelaskan di tempat seluas 23 x 7 meter itu akan dibangun altar utama Dewi Kwam Im. Di bagian kiri dibuat altar enam dewa dan di sisi kiri altar dua dewa.
 
Proses renovasi sudah berlangsung 90 hari. Dalam proses renovasi, kata Yunus, pengerjaan mengacu pada dokumen awal wihara agar tidak menghilangkan ciri aslinya.
 
"Struktur material seperti kayu jati akan diukir dengan melibatkan juru ukir dari beberapa wilayah di Indonesia," ucapnya.
 
Pada 8 Juni 2016, Dubes AS Joseph R Donavan bersama istri, Mei Choo, mengunjungi Wihara Dharma Bhakti. Dalam kunjungan, Donavan mengagumi wihara bersejarah di Jakarta itu. Saat itu, Donovan juga mengagumi kemajemukan masyarakat sekitar yang harmonis hidup meski berbeda agama dan suku. 
 
Adi berharap, seusai kunjungan kehormatan itu, Kedutaan Besar AS bisa memberikan bantuan dana. Dengan begitu, renovasi wihara berjalan lebih lancar.
 
Baca: Perubahan Wihara Petak Sembilan Setelah 248 Tahun Berdiri
 
Wihara Dharma Bhakti pun masih menjadi daya tarik bagi banyak orang. Setiap hari pengunjung datang dari berbagai daerah, bukan hanya untuk beribadah, melainkan juga ingin mengabadikan salah satu peninggalan sejarah di Ibu Kota.
 
Seorang warga yang tinggal dekat wihara, Yusli, mengaku senang sudah ada upaya renovasi. Ia mengatakan wihara bisa sewaktu-waktu roboh karena kayu-kayunya sudah sempat dilalap api.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan