Salah satu tokoh masyarakat Kalijodo Abdul Aziz . (Foto: MTVN/LB Ciputri)
Salah satu tokoh masyarakat Kalijodo Abdul Aziz . (Foto: MTVN/LB Ciputri)

Tokoh Masyarakat Kalijodo Bantah Wilayahnya Masuk Jalur Hijau

LB Ciputri Hutabarat • 15 Februari 2016 15:28
medcom.id, Jakarta: Warga Kalijodo membantah lokasi yang mereka tinggali masuk wilayah jalur hijau. Sebab, mereka telah tinggal turun-temurun sejak 70 tahun lalu.
 
Salah satu tokoh masyarakat Kalijodo Abdul Aziz mengaku heran dengan pernyataan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyebut Kalijodo berada di jalur hijau.
 
"Dibuat jalur hijau kapan? Mana lebih dulu, hunian atau jalur hijau? Mereka (Pemerintah) kurang paham," kata Aziz di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (15/2/2016).
 
Aziz menjelaskan, kawasan Kalijodo sudah ada sejak 70 tahun lalu. Menurut dia, tak masuk akal jika Pemprov DKI baru ribut soal jalur hijau di Kalijodo. Dia meminta DKI memeriksa ulang soal jalur hijau tersebut.
 
"Ini perlu dikaji ulang. Menurut informasi masyarakat, program jalur hijau atau masyarakat domisili duluan?," ujar dia.
 
Pemprov DKI berencana menggusur kawasan Kalijodo lantaran berbatasan dengan Banjir Kanal Barat (BKB). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah menginstruksikan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi dan Wali Kota Jakarta Barat Effendi Anas melakukan sosialisasi.
 
Rencananya, daerah tersebut akan dibangun taman serta ruang hijau lainnya. Pembangunan ini juga berjalan seiring dengan pembenahan Waduk Pluit.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan