Pengemudi motor kesal pesepeda road bike menutupi jalur. DOK Istimewa
Pengemudi motor kesal pesepeda road bike menutupi jalur. DOK Istimewa

Ada Jalur Khusus, Pesepeda Road Bike Tak Bisa Lagi Asal Melintas

Nasional polri lalu lintas sepeda Pelanggaran Lalu Lintas
Siti Yona Hukmana • 29 Mei 2021 19:02
Jakarta: Pesepeda dengan road bike atau sepeda balap kerap melintasi jalur kendaraan bermotor di jalan protokol. Pesepeda road bike tak bisa lagi bebas melintas setelah jalur khusus beroperasi.
 
"Kita siapkan jalur khusus road bike. Setelah jalur itu operasional kita akan mulai penindakan tegas terhadap para bikers," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 29 Mei 2021.
 
Jalur khusus road bike disiapkan di Jalan Layang Non-tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan. Jalur khusus masih tahap uji coba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sambodo memastikan setelah uji coba selesai, pesepeda road bike bakal dikenakan sanksi bila melanggar aturan. Namun, dia belum dapat memastikan waktu pasti JLNT bisa dilewati road bike.
 
"Tapi, yang perlu diketahui ada sanksi terkait pelanggaran lalu lintas. Yakni Pasal 299 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)," ujar Sambodo.
 
(Baca: Viral, Pemotor Acungkan Jari Tengah ke Rombongan Pesepeda Road Bike, Siapa yang Salah?)
 
Beleid itu menyebut setiap orang yang mengendarai kendaraan tidak bermotor yang dengan sengaja berpegang pada kendaraan bermotor untuk ditarik, menarik benda-benda yang dapat membahayakan pengguna jalan lain, dan/atau menggunakan jalur jalan kendaraan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 huruf a, b, c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp100 ribu.
 
Sebelumnya, foto sekelompok pesepeda balap memenuhi jalan protokol viral di media sosial. Pemotor yang melintas, kesal dan mengacungkan jari tengah kepada pesepeda.
 
Sambodo meminta para pesepeda balap menghormati pengguna jalan lainnya. Mereka juga mesti mematuhi aturan berlalu lintas.
 
"Jangan arogan menguasai seluruh lajur jalan. Beri kesempatan kepada kendaraan bermotor untuk bisa menyalip dari kanan," ujar Sambodo.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif