medcom.id, Jakarta: Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak punya rencana ke Kalijodo. Ahok tidak terpengaruh kedatangan musisi Ahmad Dhani dan advokat Farhat Abbas ke kawasan itu.
"Ngapain ke sana? Kalau gue tergoda bagaimana" kata Gubernur DKI Jakarta itu agak berkelakar. Ahok mengatakannya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2016).
Sebagian kalangan mengenal Kalijodo karena banyak tempat prostitusi, bar, dan kafe. Setelah rencana Ahok menggusur bangunan di Kalijodo mencuat, Kalijodo semakin memikat banyak orang tak terkecuali Ahmad Dhani dan Farhat Abbas.
Dhani, bakal calon gubernur DKI dari Partai Kebangkitan Bangsa, berbincang dengan warga Kalijodo sambil menikmati kopi di sebuah warung, Senin siang 15 Februari.
"Sosialisasi harus meyakinkan kepada rakyat. Mereka harus diyakinkan nasibnya akan lebih baik setelah digusur. Itu yang lebih penting," celoteh Dhani soal penggusuran bangunan di Kalijodo.
Wilayah Kalijodo terdiri dari enam rukun tetangga. Lima RT masuk wilayah Jakarta Utara, satu RT masuk wilayah Jakarta Barat. Pemerintah masih mendata berapa warga yang berkartu tanda penduduk DKI dan warga daerah lain.
Rencana Ahok mengubah kawasan prostitusi itu menjadi ruang terbuka hijau mendapat dukungan dari Polda Metro Jaya. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menegaskan pihaknya akan menurunkan kekuatan saat penggusuran.
Sudah bukan rahasia umum bila tempat hiburan malam dibekingi preman. Namun bagi Tito, tidak ada tempat yang tidak bisa disentuh Polri dan TNI.
"Ini negara hukum, separatis Papua kami lawan. Aksi premanisme harus kita berangus," kata mantan Kapolda Papua itu.
Sebenarnya Ahok percaya diri penggusuran bangunan di Kalijodo tidak akan ricuh. Ia malah menilai, penggusuran Kalijodo ramai karena pemberitaan di media massa.
Ahok juga mengatakan, pihaknya menertibkan kawasan Kalijodo, bukan menggusur. Sebab, lahan Kalijodo masuk kategori hijau --lahan untuk penghijauan tanaman-- milik Pemerintah DKI.
"Kalau penggusuran, punya kamu kami gusur, tapi kan punya kami jadi kami tertibkan," ujar Ahok.
medcom.id, Jakarta: Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak punya rencana ke Kalijodo. Ahok tidak terpengaruh kedatangan musisi Ahmad Dhani dan advokat Farhat Abbas ke kawasan itu.
"
Ngapain ke sana? Kalau
gue tergoda bagaimana" kata Gubernur DKI Jakarta itu agak berkelakar. Ahok mengatakannya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2016).
Sebagian kalangan mengenal Kalijodo karena banyak tempat prostitusi, bar, dan kafe. Setelah rencana Ahok menggusur bangunan di Kalijodo mencuat, Kalijodo semakin memikat banyak orang tak terkecuali Ahmad Dhani dan Farhat Abbas.
Dhani, bakal calon gubernur DKI dari Partai Kebangkitan Bangsa, berbincang dengan warga Kalijodo sambil menikmati kopi di sebuah warung, Senin siang 15 Februari.
"Sosialisasi harus meyakinkan kepada rakyat. Mereka harus diyakinkan nasibnya akan lebih baik setelah digusur. Itu yang lebih penting," celoteh Dhani soal penggusuran bangunan di Kalijodo.
Wilayah Kalijodo terdiri dari enam rukun tetangga. Lima RT masuk wilayah Jakarta Utara, satu RT masuk wilayah Jakarta Barat. Pemerintah masih mendata berapa warga yang berkartu tanda penduduk DKI dan warga daerah lain.
Rencana Ahok mengubah kawasan prostitusi itu menjadi ruang terbuka hijau mendapat dukungan dari Polda Metro Jaya. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menegaskan pihaknya akan menurunkan kekuatan saat penggusuran.
Sudah bukan rahasia umum bila tempat hiburan malam dibekingi preman. Namun bagi Tito, tidak ada tempat yang tidak bisa disentuh Polri dan TNI.
"Ini negara hukum, separatis Papua kami lawan. Aksi premanisme harus kita berangus," kata mantan Kapolda Papua itu.
Sebenarnya Ahok percaya diri penggusuran bangunan di Kalijodo tidak akan ricuh. Ia malah menilai, penggusuran Kalijodo ramai karena pemberitaan di media massa.
Ahok juga mengatakan, pihaknya menertibkan kawasan Kalijodo, bukan menggusur. Sebab, lahan Kalijodo masuk kategori hijau --lahan untuk penghijauan tanaman-- milik Pemerintah DKI.
"Kalau penggusuran, punya kamu kami gusur, tapi kan punya kami jadi kami tertibkan," ujar Ahok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)