medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan koordinasi dengan petugas keamanan guna persiapan penertiban kawasan Kalijodo. Siang ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan menyambangi Polda Metro Jaya.
Kedatangan lelaki yang akrab disapa Ahok ke Mapolda Metro Jaya buat membicarakan teknis penggusuran.
"Nanti jam 14.00 WIB, kami rapat lagi. (Soal) teknisnya bagaimana," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2016).
Ahok mengatakan, sosialisasi yang sudah dilakukan Wali Kota Jakarta Barat dan Wali Kota Jakarta Utara cukup membuahkan hasil. Sebagian warga sudah ada yang pulang ke kampung halamannya.
"Setelah ada sosialisasi, mereka mulai pulang," ujar Ahok.
Selain itu, Ahok menyebut, sudah ada warga yang mendaftar untuk mendapatkan rusun. Ahok menyebut, KTP setempat merupakan syarat buat mendapatkan rusun.
"Sudah ada hampir 20 (kepala keluarga) yang mendaftar rusun. Ya kami bertahap saja," kata Ahok.
Rencana penggusuran Kalijodo mengemuka pekan lalu. Pemicunya, insiden tabrakan mobil Toyota Fortuner dengan pengendara motor, yang membuat penunggang motor tewas. Hasil penyelidikan, Riki, sang sopir Fortuner, mengantuk lantaran habis menenggak minuman beralkohol di Kalijodo. Insiden itu terjadi tepat perayaan Imlek 2567.
Insiden tabrakan melebar. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun berang dan langsung tancap target penggusuran Kalijodo. Rencana Basuki mendapat perlawanan warga. Warga bahkan bakal menurunkan preman buat mengadang penggusuran. Apa dikata, lelaki yang akrab disapa Ahok itu lebih punya kuasa.
Ahok langsung berkoordinasi dengan jajarannya. Tak lupa dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya buat menertibkan kawasan hiburan yang sudah melegenda sejak 1950-an.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan koordinasi dengan petugas keamanan guna persiapan penertiban kawasan Kalijodo. Siang ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan menyambangi Polda Metro Jaya.
Kedatangan lelaki yang akrab disapa Ahok ke Mapolda Metro Jaya buat membicarakan teknis penggusuran.
"Nanti jam 14.00 WIB, kami rapat lagi. (Soal) teknisnya bagaimana," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2016).
Ahok mengatakan, sosialisasi yang sudah dilakukan Wali Kota Jakarta Barat dan Wali Kota Jakarta Utara cukup membuahkan hasil. Sebagian warga sudah ada yang pulang ke kampung halamannya.
"Setelah ada sosialisasi, mereka mulai pulang," ujar Ahok.
Selain itu, Ahok menyebut, sudah ada warga yang mendaftar untuk mendapatkan rusun. Ahok menyebut, KTP setempat merupakan syarat buat mendapatkan rusun.
"Sudah ada hampir 20 (kepala keluarga) yang mendaftar rusun. Ya kami bertahap saja," kata Ahok.
Rencana penggusuran Kalijodo mengemuka pekan lalu. Pemicunya, insiden tabrakan mobil Toyota Fortuner dengan pengendara motor, yang membuat penunggang motor tewas. Hasil penyelidikan, Riki, sang sopir Fortuner, mengantuk lantaran habis menenggak minuman beralkohol di Kalijodo. Insiden itu terjadi tepat perayaan Imlek 2567.
Insiden tabrakan melebar. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun berang dan langsung tancap target penggusuran Kalijodo. Rencana Basuki mendapat perlawanan warga. Warga bahkan bakal menurunkan preman buat mengadang penggusuran. Apa dikata, lelaki yang akrab disapa Ahok itu lebih punya kuasa.
Ahok langsung berkoordinasi dengan jajarannya. Tak lupa dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya buat menertibkan kawasan hiburan yang sudah melegenda sejak 1950-an.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TII)