Sampah Menumpuk di Jembatan Kalibata--Metrotvnews.com/Wanda Indana
Sampah Menumpuk di Jembatan Kalibata--Metrotvnews.com/Wanda Indana

Banjir Surut, Sampah Menumpuk di Jembatan Kalibata

Wanda Indana • 16 November 2015 15:27
medcom.id, Jakarta: Banjir kiriman yang melanda sejumlah permukiman warga yang berdiri di bantaran Kali Ciliwung, Jakarta Selatan, mulai surut. Banjir menyisahkan tumpukkan sampah.
 
"Beberapa wilayah yang banjir tadi pagi sudah surut, seperti di Rawajati, Pengadegan," kata Wakil Camat Pancoran, Johan Taruma, kepada Metrovnews.com di bawah jembatan layang Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (16/11/2015).
 
Tak hanya di wilayahnya, Johan mengatakan, beberapa wilayah lain di Jakarta Timur juga ikut terendam banjir, seperti di wilayah Cililitan Kecil, Jakarta Timur. "Jadi wilayah di pinggiran Kali Ciliwung terkena banjir, seperti di Cililitan juga kena," jelas dia.

Johan menuturkan, banjir mulai meluap pada pukul 01.00 WIB dini hari. Di beberapa wilayah ketinggian air mencapai satu meter lebih. "Saat ini warga lagi bersih-bersih rumah, sudah surut," katanya.
 
Pantauan Metrotvnews.com, Dinas Kebersihan DKI Jakarta mengerahkan dua eskavator untuk membongkar timbunan sampah yang tertahan di Jembatan Kalibata. Aktivitas pengerukan sampah manjadi tontonan warga sekitar.
 
Sejumlah pemukiman di DKI Jakarta mulai tergenang banjir akibat kiriman dari wilayah Bogor, Senin (16/11/2015) dini hari. Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Bambang Surya Putra mengatakan air setinggi 20-50 sentimeter sudah menggenangi beberapa pemukiman yang diberada di alur Sungai Ciliwung.
 
"Lumayan banyak wilayah yang sudah tergenang, yang sudah lapor itu Pejaten Timur, Rawajati, dan Cililitan," kata Bambang kepada wartawan, Senin (16/11/2015).
 
Dia menjelaskan, banjir kiriman mulai menggenangi permukiman sekitar pukul 02.15 WIB dini hari tadi. Sejumlah permukiman yang tergenang, yakni wilayah RT 06/RW 07 Kelurahan Cililitan, dengan ketinggian air 20 sentimeter. Juga wilayah RT 03/ RW 07 Kelurahan Rawa Jati, Jakarta Selatan, dengan ketinggian rata-rata 20-30 sentimeter.
 
"Lalu juga Kelurahan Pejaten Timur, RW 08 mulai masuk ke pemukiman warga," jelas Bambang.
 
Banjir kiriman pun terjadi di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur. Air menggenang di kawasan itu setinggi 60 sentimeter. Tanggul Kali Hex, Kramat Jati yang jebol, jadi penyebab air menggenang ruas Jalan Raya Bogor. Selain itu, banjir kiriman juga melanda Jalan Raya Cawang, Jakarta Timur, dengan ketinggian 50 sentimeter.
 
Bendung Katulampa, Bogor mencapai level siaga 1, Minggu 15 November. Ketinggian air di Katulampa tercatat mencapai 210 sentimeter pada pukul 19.00 WIB.
 
Air kiriman Katulampa pun diprediksi bakal membuat tinggi muka air di sejumlah pintu air Jakarta meninggi. Lama waktu air mengalir dari Katulampa ke Jakarta biasanya enam hingga sembilan jam.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>