medcom.id, Jakarta: Tim penyidik Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap wanita asal Jepang, Yoshimi Nishimura. Rekontruksi tersebut dilakukan di Casa Grande residence, Jalan Casablanca, Jakarta Selatan.
Pantauan di lokasi, proses rekonstuksi dimulai sekitar pukul 09.50 WIB, dan dipimpin langsung oleh Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti, Senin (14/9/2015).
Tersangka pembunuhan Nursalim, 25, terlihat mengenakan baju tahanan berwarna orange dan diikat tali pengikat.
Adegan pertama, tersangka melakukan rekonstruksi di bagian lobby depan apartemen, yaitu tempat tersangka melakukan penjagaan di apartemen tersebut.
Yoshimi ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tak mengenakan busana di kamar apartemen Casa Grande residence, Jalan Casablanca, Jakarta Selatan., lantai 10, Senin 7 September. Pada leher korban didapati luka lebam diduga bekas cekikan.
Dua hari setelah penemuan jasad Yoshimi, polisi membekuk Mursalim, petugas keamanan apartemen. Dia mengaku, nekat menghabisi nyawa Yoshimi karena ingin menguasai hartanya.
Usai membunuh Nishimura dengan cara dicekik, Mursalim pun langsung mengambil uang tunai sekitar Rp7 juta dan mata uang asing senilai Rp19 juta Selain itu, Mursalim pun mengambil dua ponsel milik Nishimura merk iPhone. Barang lainnya milik Nishimura yang diambik adalah gelang aksesoris, cincin, anting telinga dan tindik.
medcom.id, Jakarta: Tim penyidik Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap wanita asal Jepang, Yoshimi Nishimura. Rekontruksi tersebut dilakukan di Casa Grande residence, Jalan Casablanca, Jakarta Selatan.
Pantauan di lokasi, proses rekonstuksi dimulai sekitar pukul 09.50 WIB, dan dipimpin langsung oleh Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti, Senin (14/9/2015).
Tersangka pembunuhan Nursalim, 25, terlihat mengenakan baju tahanan berwarna orange dan diikat tali pengikat.
Adegan pertama, tersangka melakukan rekonstruksi di bagian lobby depan apartemen, yaitu tempat tersangka melakukan penjagaan di apartemen tersebut.
Yoshimi ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tak mengenakan busana di kamar apartemen Casa Grande residence, Jalan Casablanca, Jakarta Selatan., lantai 10, Senin 7 September. Pada leher korban didapati luka lebam diduga bekas cekikan.
Dua hari setelah penemuan jasad Yoshimi, polisi membekuk Mursalim, petugas keamanan apartemen. Dia mengaku, nekat menghabisi nyawa Yoshimi karena ingin menguasai hartanya.
Usai membunuh Nishimura dengan cara dicekik, Mursalim pun langsung mengambil uang tunai sekitar Rp7 juta dan mata uang asing senilai Rp19 juta Selain itu, Mursalim pun mengambil dua ponsel milik Nishimura merk iPhone. Barang lainnya milik Nishimura yang diambik adalah gelang aksesoris, cincin, anting telinga dan tindik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)