Manusia gerobak melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta. ?MI/ANDRI WIDIYANTO
Manusia gerobak melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta. ?MI/ANDRI WIDIYANTO

Memobilisasi Pengemis di DKI Bakal Dikenakan Pidana dan Denda

Media Indonesia.com • 02 April 2022 04:08
Jakarta: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menyiapkan sanksi tegas bagi pihak yang memobilisasi pengemis ke Jakarta saat Ramadan 1443 Hijriah. Sanksi yang disiapkan berupa pidana dan denda.
 
"Sanksinya itu pidana kurungan paling lama 90 hari dan denda setinggi-tingginya Rp30 juta," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, saat dihubungi di Jakarta, Jumat, 1 April 2022.
 
Hal ini diungkapkan Arifin menyusul penilaian Satpol PP DKI Jakarta yang melihat adanya aktor terkait ramainya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) saat ramadan. Penilaian ini berangkat dari aduan masyarakat yang mengindikasikan ada pihak memobilisasi warga daerah untuk menjadi pengemis di Jakarta selama ramadan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada laporan dari masyarakat kalau indikasi seperti itu. Kalau ada yang mengetahui bahwa pengemis itu dimobilisasi dan masyarakat tahu, dilaporkan di Satpol PP," kata Arifin.
 
Baca: Bandung Antisipasi Gepeng Musiman Jelang Ramadan
 
Arifin menerangkan Satpol PP DKI Jakarta juga bakal memberikan sanksi kepada para PMKS yang memanfaatkan ramadan seperti yang sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 Pasal 40.
 
"Itu larangan untuk melakukan aktivitas mengemis. Tentu juga dapat dikenakan sanksi," ungkap dia.
 
Adapun sanksi yang dijatuhkan kepada PMKS yang beraktivitas saat ramadan, yakni dikenakan pidana kurungan paling lama 60 hari. Sedangkan untuk denda dikenakan maksimal Rp20 juta.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif