Jalur MRT Diproyeksikan Tersambung ke Tangsel
Ilustrasi. Rangkaian kereta MRT Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia menjajal rute, Selasa (28/8/2018). Foto-foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Jakarta: Jalur Rangkaian Mass Rapid Transit (MRT) diproyeksikan tersambung hingga ke Tangerang Selatan. Rencana ini sudah termaktub dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2018.

Berdasarkan rancangan PT MRT Jakarta, jalur fase tiga rute Lebak Bulus-Tangsel ini akan membentang sepanjang 16 kilometer. Sumbu jalan dari Lebak Bulus akan diteruskan ke Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, kemudian menuju Pasar Ciputat, dan Pondok Cabe.

“Dari Pondok Cabe lanjut ke Pamulang Barat menuju Pondok Benda, kemudian ke Babakan, lalu ke Puspiptek,” kata Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta Tuhiyat di kantornya, Jumat, 26 Oktober 2108.


Rencananya, jalur MRT juga akan diperluas hingga ke wilayah Rawa Buntu, Tangerang Selatan. Namun, seluruh trase di wilayah itu belum pasti, dan masih mungkin berubah. 

MRT Jakarta akan melakukan segala cara guna membiayai proyek itu. Misalnya, dengan meminjam dana yang bersumber dari dalam atau luar negeri, menerbitkan surat utang, pembagian saham, atau menerapkan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

“Tapi skema yang kemungkinan akan diambil KPBU,” ucap Tuhiyat.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sudah menugaskan PT MRT Jakarta menyiapkan feasibility study untuk menentukan trase-trase yang akan dilewati. Penyelesaian feasibility study menjadi penting untuk menilai kelaikan implementasi sebuah bisnis.

Aspek yang diukur biasanya terkait keuntungan secara finansial, manfaat terhadap ekonomi makro, dan manfaat sosial. Proyek tersebut harus bermanfaat untuk masyarakat. “Setelah itu kami bisa menentukan siapa penanggung jawab proyek tersebut dan melakukan lelang investor KPBU,” terang Tuhiyat.

Lepas itu, tender kontruksi bisa dimulai. Setelahnya, pembangunan kontruksi MRT baru bisa dijalankan.

Mimpi PT MRT Jakarta

Tuhiyat dan seluruh awak di PT MRT Jakarta memiliki mimpi besar. Dia ingin MRT tak hanya dimiliki warga Jakarta dan sekitarnya. Ia berharap, MRT juga bisa dibangun di provinsi lain.

“Bahkan PT MRT Jakarta bisa membangun MRT untuk negara lain. Saya yakin karena kami memiliki tenaga dan lulusan terbaik,” ungkap Tuhiyat.

Tuhiyat juga berniat membawa MRT untuk initial public offering (IPO) di bursa saham dalam maupun luar negeri. Ia ingin perusahaan plat merah ini go public.

Menurut Tuhiyat, banyak keuntungan yang didapat jika bisa masuk dalam bursa. Selain membuat perusahan lebih transparan, juga memudahkan perusahaan mendapatkan uang untuk pengembangan.

“Kalau masuk bursa ada yang mengatur laporan, perusahaan jadi lebih transparan, bisa dilihat internasional. Kalau butuh finance jadi mudah, karena enggak ada keraguan orang untuk investasi,” terang dia.

PT MRT Jakarta pun harus memiliki catatan keuangan yang positif. "Kami enggak boeh rugi dulu."



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id